Tokoh Muslim India akan Hadiri Peletakan Batu Pertama Kuil

273
Tokoh Muslim India akan Hadiri Peletakan Batu Pertama Kuil. Masjid Babri di Ayodhya, India yang sejak lama menjadi sengketa antara Muslim dan Hindu.

LUCKNOW — Umat Muslim India tampaknya menunjukkan isyarat rekonsiliasi. Dua tokoh Muslim terkemuka di negara itu berencana menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan sebuah kuil Hindu di lahan bekas Masjid Babri yang diperebutkan.

Tokoh Muslim tersebut telah hidup melewati insiden kerusuhan mematikan setelah penghancuran masjid di India utara tersebut 1992. Kunjungan yang direncanakan oleh dua Muslim terkemuka itu menggarisbawahi berkurangnya permusuhan antara pengikut kedua agama tersebut di salah satu wilayah mayoritas-Hindu India yang paling sensitif.

“Apa pun yang terjadi adalah segala hal di masa lalu. Saya telah diundang dan saya pikir itu keinginan Lord Ram dan saya akan menghadirinya,” kata Iqbal Ansari, salah satu dari Muslim yang berperkara, dilansir di The Straits Times, Rabu (5/8).

Seorang Muslim lainnya, Mohammad Sharif, mengatakan kepada Reuters bahwa ia juga telah mendapat undangan tersebut dan ingin berada di sana. Sharif pernah mendapat salah satu penghargaan sipil tertinggi India untuk melakukan ritual terakhir (pemakaman) dari mayat-mayat yang tidak diakui sejak kerusuhan antar penganut agama meletus di India.

Pemerintah India hendak membangun kuil Hindu di atas lahan bekas masjid yang telah berdiri sejak abad ke-16 di negara bagian Uttar Pradesh. Peletakan batu pertama dilakukan pada Rabu (5/8) waktu setempat.

Perdana Menteri India Narendra Modi, akan menyingkap sebuah plakat dalam acara tersebut. Modi yang berasal dari partai nasionalis-Hindu sebelumnya memimpin tuntutan terhadap sebuah kuil di sana yang didedikasikan untuk dewa-raja Ram.

Kunjungan Modi ke Ayodhya di India utara itu dilakukan, meskipun menteri dalam negeri dan energi sama-sama dinyatakan positif Covid-19 beberapa hari setelah pertemuan kabinet pekan lalu. Sebelumnya, pembangunan kuil Hindu di lahan tersebut telah mendapat restu dari Mahkamah Agung India pada November 2019. Dalam putusannya, situs yang disengketakan itu diberikan secara resmi kepada umat Hindu.

Pada 1992, gerombolan umat Hindu menghancurkan Masjid Babri pada abad ke-16 di lokasi tersebut. Insiden itu memicu bentrokan, di mana sekitar 2.000 orang yang sebagian besar Muslim, terbunuh di seluruh negeri. Umat Hindu meyakini situs tersebut adalah tempat kelahiran Dewa Ram, penjelmaan fisik Dewa Hindu Wisnu.

Menjelang acara peletakan batu pertama, wilayah di sekitar situs masjid yang terletak sekitar 680 km tenggara New Delhi, itu dipenuhi dengan nyanyian-nyanyian rohani Veda. Selain itu, barikade telah dipasang di seluruh kota dan tampak banyak kehadiran polisi. Sebab, pihak berwenang berusaha membatasi jumlah pengunjung untuk menjaga jarak sosial di tengah pandemi.

Setidaknya, dua pendeta di daerah itu dan empat polisi dinyatakan positif Covid-19. Meski demikian, hampir 200 orang kemungkinan akan ikut meramaikan acara tersebut, termasuk 135 orang suci dan pendeta dari Nepal.

Sumber Berita / Artikel Asli : Republika

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...