Tok! Anggaran baju dinas Louis Vuitton anggota DPRD Kota Tangerang akhirnya dibatalkan

284
DPRD Kota Tangerang

Anggaran pengadaan baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang tahun 2021 yang mencapai Rp675 juta akhirnya resmi dibatalkan. Hal tersebut diputuskan setelah anggota DPRD Kota Tangerang menggelar rapat bersama untuk membahas polemik pengadaan seragam.

“Kawan-kawan, jadi demi kebaikan bersama, dengan mendengar masukan aspirasi dari tokoh masyarakat, sikap kami adalah membatalkan,” tutur Ketua DPRD Kota Tangerang  Gatot Wibowo, Rabu (11/8/2021) dilansir dari RMOL.

Gatot menjelaskan, pembatalan tersebut yakni pengadaan seragam Rp675 juta dan jasa jahit seragam mencapai Rp600 juta. Sehingga bila ditotal sampai Rp1,2 miliar lebih. Semuanya kini resmi dibatalkan.

“Semuanya kami batalkan, semua berpendapat dan sepakat untuk pengadaan pakaian dinas DPRD Kota Tangerang tahun 2021, dibatalkan,”tegas Gatot.

Menurutnya, dari awal penentuan seragam tersebut tidak pernah dibahas soal merek tertentu. Apalagi sampai menyebut merek ternama asal Prancis, Louis Vuitton (LV).

“Dari awal pembahasan, rapat, itu tidak ada membahas LV, bahan harus LV, enggak ada itu. Saya juga bingung itu dari mana asalnya, silakan tanyakan saja sama yang ngomong begitu,” kata Gatot.

Sebelumnya diberitakan, media sosial dihebohkan dengan adanya berita yang menyebutkan pakaian dinas anggota DPRD Kota Tangerang menggunakan merek Louis Vuitton dengan anggaran yang fantastis.

Sebagaimana diketahui, dikutip dari detik.com, Selasa (10/8/2021), dilansir dari situs https://lpse.tangerangkota.go.id/, anggaran pengadaan bahan pakaian dinas DPRD Kota Tangerang mencapai Rp 675 juta. Tak hanya itu, terdapat anggaran belanja ongkos jahit pakaian Dewan hingga mencapai Rp 600 juta.

Memang dalam situs tersebut tidak tampak keterangan merek pakaian dinas dengan harga ratusan juta tersebut. Namun baju dinas berbahan merek mewah itu dikonfirmasi langsung oleh Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) Hadi Sudibjo. Adapun bahan-bahan pakaian yang akan digunakan, yakni Louis Vuitton untuk pakaian dinas harian, Lanificio Di Calvino untuk pakaian sipil resmi, Theodore untuk pakaian sipil harian, dan Thomas Crown untuk pakaian sipil lengkap.

Louis Vuitton angkat bicara

Pihak Louis Vuitton Indonesia menyatakan bahwa mereka tidak menyuplai bahan pakaian dinas atau seragam buat DPRD Kota Tangerang. Label LV juga menegaskan tidak memiliki lini penjualan material dan seragam.

“LV tidak pernah ada segmen bisnis untuk penjualan fabric material or uniform (bahan kain atau seragam),” kata Communication Manager Louis Vuitton Indonesia Eunike Santosa, dilansir dari CNN Indonesia.

Gedung Louis Vuitton. Foto: Wikipedia
Gedung Louis Vuitton. Foto: Wikipedia

Eunike juga menegaskan bahwa Louis Vuitton tak ada hubungannya dengan pengadaan seragam tersebut.  Dia menambahkan selama ini Louis Vuitton hanya menyediakan busana siap pakai (ready to wear) dalam koleksi terbatas.

Tidak sebut merek

Sebelumnya DPRD Kota Tangerang diketahui menaikkan alokasi anggaran untuk pengadaan pakaian baru anggota dewan. Alokasi anggaran pada 2020 sebesar Rp312juta kemudian dinaikkan menjadi Rp675juta atau dua kali lipat lebih.

Alokasi anggaran akan digunakan untuk pengadaan bahan pembuatan lima jenis pakaian dan atribut anggota dewan. Angka ini belum termasuk ongkos jahit.

Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo pun angkat suara terkait ramainya pengadaan baju dinas bermerek tersebut. Dia menyebut pihak DPRD Kota Tangerang sebetulnya tidak pernah menunjuk atau menyebut merek saat pengadaan baju dinas tersebut.

“Jadi langsung saya jawab, pertama kita tidak pernah unjuk merek, kita tidak pernah nyebut merek, proses merek itu lahir saya nggak tahu pasti, tapi analisis saya itu bisa saja saat proses lelang,” ujar Gatot seperti dilansir dari detik.com, Rabu (10/8/2021).

Gatot pun mengaku bingung lantaran pengadaan baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang ini baru ramai setelah pemenang tender sudah diumumkan. Dia juga mengaku heran lantaran seluruh DPRD kabupaten/kota hingga provinsi seluruh Indonesia juga melakukan pengadaan ini.

Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo. Foto: Seputar Tangsel
Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo. Foto: Seputar Tangsel

“Kami di DPRD nggak pernah nyebut merek, itu yang perlu kita luruskan dari awal, kedua bingung kita, kadang saya bingung kok ramainya pada saat ada pemenang, bukan pada saat proses, karena bicara pengadaan baju barang setahun sekali, seluruh DPRD Kabupaten Kota se-Indonesia juga mengadakan, termasuk DPRD Provinsi, dan untuk asas keadilan tolong dicek juga dong,” ujar Gatot.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here