Tinggalkan ‘Wasiat Kematian’ sebelum Hilang, Jasad Wali Kota Seoul Akhirnya Ditemukan Dalam Hutan

560

Seoul – Polisi mengumumkan bahwa Wali Kota Seoul, Park Won-soon, yang sebelumnya dikabarkan menghilang, telah ditemukan. Namun sayangnya Park ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Mayat Park ditemukan di perbukitan di utara Seoul, Jumat (10/7), setelah lebih dari tujuh jam pencarian besar-besaran untuknya.

Sebelumnya, putri Park menelepon polisi pada Kamis (8/7) sore untuk melaporkan bahwa ayahnya hilang. Dia mengatakan bahwa ayahnya meninggalkan pesan yang terdengar seperti wasiat kematian sebelum dia meninggalkan rumah.

Namun, menurut Lee Byeong-seok, seorang petugas di Badan Kepolisian Metropolitan Seoul yang bertanggung jawab atas operasi pencarian, Putri Park tidak menjelaskan secara rinci isi pesan tersebut.

Lee menambahkan bahwa mereka sedang mencari Park di bukit berhutan yang membentang di utara Seoul di mana sinyal ponselnya terakhir terdeteksi. Namun saat pencarian, telepon selular Park tidak aktif lagi.

“Putrinya mengatakan dia memutuskan untuk memanggil polisi karena dia tidak dapat menghubungi ayahnya di telepon, kata seorang petugas polisi.

Lee menjelaskan kepada wartawan bahwa Park terakhir kali diidentifikasi kamera keamanan pada pukul 10:53 di pintu masuk ke bukit, lebih dari enam jam sebelum putrinya menelepon polisi untuk melaporkan dia hilang.

Sekitar 600 polisi dan petugas pemadam kebakaran menggunakan pesawat tanpa awak mencari selama beberapa jam pada Kamis (8/7) malam.

Petugas pemadam kebakaran Jeong Jin-hyang mengatakan bahwa tim penyelamat juga menggunakan anjing pelacak untuk mencari di daerah berbahaya di perbukitan, dan helikopter rencananya akan dikerahkan hari ini, jika Park belum ditemukan dalam semalam.

Terpisah, Kim Ji-hyeong, seorang pejabat Pemerintah Metropolitan Seoul, mengatakan bahwa Park tidak masuk kerja pada Kamis, karena alasan yang tidak ditentukan dan Park juga membatalkan semua jadwalnya pada hari itu, termasuk pertemuan dengan seorang pejabat presiden di kantor Balai Kota Seoul.

Alasan hilangnya Park belum jelas. Tetapi sebelumnya, jaringan televisi SBS melaporkan bahwa salah satu sekretaris Park mengajukan keluhan kepada polisi pada Rabu (7/7) malam atas dugaan pelecehan seksual oleh Park, seperti kontak fisik yang tidak diinginkan, yang dimulai sejak 2017.

Laporan SBS itu mengatakan, sekretaris tersebut mengatakan kepada penyelidik polisi bahwa sejumlah karyawan wanita lainnya di Balai Kota Seoul juga mengalami pelecehan seksual yang serupa oleh Park.

Park Won-soon, 64, seorang aktivis sipil lama dan pengacara hak asasi manusia, terpilih sebagai walikota Seoul pada 2011. Ia menjadi walikota pertama yang akan dipilih untuk masa jabatan ketiga pada Juni tahun lalu.

Seorang anggota Partai Demokrat liberal, Moon Jae-in, meanggapnya sebagai calon presiden potensial dalam pemilihan 2022 nanti.

Dilansir Arab News, Park sebagian besar mempertahankan warna aktivisnya sebagai walikota, mengkritik apa yang dia sebut sebagai kesenjangan sosial dan ekonomi yang tumbuh di negara itu dan hubungan korup antara bisnis besar dan politisi.

Sebagai seorang pengacara, ia dikreditkan karena memenangkan hukuman pelecehan seksual pertama di negara itu. Dia juga menjadi kritikus blak-blakan kebijakan era kolonial Jepang terhadap Korea, termasuk mobilisasi perempuan korea sebagai budak seks untuk tentara Jepang.

Park juga membuktikan dirinya sebagai lawan sengit dari mantan Presiden konservatif Park Geun-hye, dan secara terbuka mendukung jutaan orang yang membanjiri jalan-jalan kota pada akhir 2016 dan 2017, menyerukan agar presiden turun karena skandal korupsi. (Msh)

Sumber Berita / Artikel Asli : Indonesia Inside

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...