Tim Prabowo Lebih Percaya Doa Umat Islam daripada Survei LSI Denny JA

108
Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso, menyampaikan persiapan jelang debat antarpasangan capres-cawapres di Jakarta, Kamis (20/12/2018). (Foto: iNews.id/Felldy /Utama)

JAKARTA– Elektabilitas pasangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno dikatakan menurun dalam rilis terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Menurut lembaga itu, tingkat keterpilihan Prabowo–Sandi yang pada awal November sebesar 31,2 persen, setelah Reuni Akbar 212 awal Desember ini turun menjadi 30,6 persen.

Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo–Sandi, Djoko Santoso, merespons hasil survei LSI Denny JA tersebut dengan santai. Dia menganggap hasil kerja Denny dan kawan-kawan itu sebagai masukan bagi tim sukses Prabowo.

“Masukannya kami terima, kenapa (elektabilitas) bisa turun. Kenapa isu (Reuni Akbar 212) itu dikecilkan. Kami tenang saja, kami kaji,” ungkap Djoko dalam diskusi bertajuk Bincang Pilpres 2019 Bareng Ketua BPN Prabowo-Sandi di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Dia pun mengaku tidak khawatir jika LSI Denny JA menyebutkan elektabilitas pasangan capres–cawapres nomor urut 02 menurun setelah acara Reuni Akbar 212 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (2/12/2018) lalu. Sebab, dia lebih meyakini doa umat Islam yang mengharapkan pasangan Prabowo–Sandi bisa menang di Pilpres 2019.

“Cuma saya percaya kalau sudah orang Islam berdoa lebih dari 10 juta, itu insya Allah terwujud,” ujarnya.

Mantan panglima TNI itu kemudian mencontohkan apa yang terjadi ketika kompetisi Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 berlangsung. Ketika itu, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno selalu “dibuat kalah” dalam berbagai survei, tak terkecuali survei yang dibuat LSI Denny JA. Bahkan, LSI Denny JA dengan mudahnya memprediksi bahwa pasangan Anies–Sandi bakal tersingkir di putaran pertama Pilgub DKI 2017.

Akan tetapi, takdir berkata lain. Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang diusung Partai Gerindar bersama PKS itu ternyata menang dengan perolehan angka signifikan atas pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Nah, sekarang saya percaya itu. Apalagi sekarang ada Gerakan Salat Subuh, masyarakat berdoa di setiap waktu subuh. Saya pernah ikut di Jogja (Yogyakarta) dan Solo, karena saya gentayangan terus. Ada lagi yang namanya majelis dzikir, majelis taklim, itu berdoa terus (untuk Prabowo–Sandi),” tutur Djoko.

LSI Denny JA sebelumnya merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas pasangan capres–cawapres setelah Reuni Akbar 212 berlangsung di Monas, awal Desember ini. Menurut hasil survei tersebut, Reuni Akbar 212 tidak berpengaruh secara signifikan karena elektabilitas Jokowi–Ma’ruf Amin masih memimpin di kisaran angka 54,2 persen. Sementara, elektabilitas Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno dikatakan hanya 30,6 persen., iNews.id 

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.