Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kontak Senjata Melawan Separatis di Nduga

290
Serda Yusdin, anggota TNI yang jadi korban baku tembak dengan KKSB di Nduga, Papua. (ft/ist)

Jayapura – Tiga anggota TNI gugur dalam kontak senjata melawan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Distrik Mugi, Nduga, Papua, Kamis (7/3). Ketiga anggota Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) itu adalah Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin, dan Serda Siswanto Bayu Aji.

Mereka berhadapan dengan kelompok separatis Papua pimpinan Egianus Kogoya pukul 08.00 WIT. Para pemberontak tersebut diperkirakan bberjumla antara 50-70 orang sementara Satgas Gakkum hanya 25 orang.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi di Jayapura menjelaskan, Satgas Gakkum sedang melaksanakan pengamanan dalam rangka proses pergeseran pasukan TNI untuk pengamanan pembangunan infrastruktur jalan trans Papua jalur Wamena- Mumugu. Tiba-tiba datang serangan dan aparat berhasil menguasai keadaan. Namun takdir mengatakan lain, aparat pembela NKRI kehilangan tiga prajurit terbaiknya.

‘’Pasukan TNI Satgas Gakkum kekuatan 25 orang tersebut baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan, tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 50-70 orang KKSB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak,’’ kata Kapendam Aidi di Jayapura, Kamis (7/3).

Pasukan berusaha melakukan perlawanan dan berhasil memukul mundur KKSB sampai menghilang ke dalam hutan belantara. Dalam baku tembak tersebut, prajurit TNI berhasil merampas 05 pucuk senjata milik KKSB. Jenis senjata yang mereka gunakan masih dalam penyelidikan.

Diperkirakan antara 7-10 separatis tewas namun mayatnya dibawa kabur oleh rekan mereka. Satu orang di antaranya ditemukan tergeletak tak bernyawa.

Sementara tiga prajurit yang gugur dievakuasi ke Timika pada pukul 15.00 WIT menggunakan dua heli jenis Bell. Dalam proses evakuasi, heli masih mendapat serangan dari anggota KKSB namun dibalas oleh prajurit TNI dan evakuasi berjalan lancar.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengatakan seluruh jajaran Kodam XVII/Cenderawasih berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para prajurit terbaik bangsa. “Mereka adalah pahlawan kusuma bangsa yang telah rela mengorbankan nyawanya demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Papua. Ini juga sekaligus membuktikan bahwa kelompok separatis bersenjatalah yang selama ini menjadi beban bagi masyarakat Papua. Mereka tidak segan membunuh aparat dan warga sipil yang tidak mendukung mereka”, kata Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring.

Menurut dia, TNI akan terus mem-back up Polri dalam upaya penegakan hukum terhadap aksi-aksi kelompok bersenjata yang meresahkan masyarakat Papua. “Kami tidak pernah dan tidak akan pernah mundur selangkah pun dalam menghadapi KSB. Meskipun beberapa prajurit TNI – Polri telah gugur dalam tugas, namun kami tetap berkomitmen untuk melindungi warga masyarakat Papua dari teror yang dilakukan KSB”, tegasnya. (Aza/Nds/INI Network) indonesiainside

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here