Tidak Jujur & Tidak Obyektif: Karangan Bunga & Interpelasi Formula E Untuk Serang Anies

251

Kebon Sirih tempat berkantornya anggota DPRD DKI Jakarta dibanjiri karangan bunga untuk dukungan interpelasi dari PDIP-PSI terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Karangan bunga di depan pagar DPRD DKI Jakarta, paling tidak ada tiga tujuannya. Pertama, untuk mendukung fraksi PDIP dan Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta yang melakukan interpelasi Formula E terhadap Gubernur Anies Baswedan.

Karangan bunga tersebut sangat jelas tujuannya seperti tertulis dalam karangan bunga “PDIP dan PSI, terima kasih untuk mengawasi pemakaian uang rakyat. Bukan tujuh teman makan malam,” jelas salah satu kiriman tersebut.

Kedua, untuk menggalang dukungan publik guna membuat citra buruk kepada Gubernur Anies Baswedan yang hendak menyelenggarakan balap mobil listrik formula e untuk mempromosikan DKI Jakarta dan Indonesia di tingkat dunia.

Ketiga, untuk menyindir tujuh fraksi di DPRD DKI Jakarta yaitu fraksi Gerindra, fraksi PKS, fraksi Demokrat, fraksi Golkar, fraksi Nasdem dan fraksi PKB-PPP yang mendukung digelarnya event internasional balap mobil listrik di Jakarta pada Juni 2022.

Dilakukan Secara Terorganisir

Karangan bunga yang dikirim ke Kebon Sirih, tempat berkantornya anggota DPRD DKI diorganisir secara profesional. Hal tersebut bisa dibaca dari tulisan karangan bunga seperti “Terima kasih PDIP dan PSI untuk mempertanyakan pemakaian uang rakyat oleh Gubernur DKI.”

Kedua, di duga keras dikirim oleh satu perusahaan atau satu kelompok dengan mengatas-namakan berbagai organisasi dan nama supaya ramai dan diberitakan media.

Ketiga, dimodali oleh yang kantongnya tebal. Patut di duga karangan bunga yang di Kebon Sirih Jakarta, pelakunya sama yang kirim bunga di Polda Metro Jaya, pasca Munarman ditahan.

Mahal Harganya

Bagi rakyat kelas menengah ke bawah dalam kondisi seperti sekarang, tidak akan mau dan sulit membeli satu karangan bunga yang rata-rata berharga a Rp 1.000.000 (satu juta rupiah).

Kalau 100 karangan bunga yang dikirim ke Kebon Sirih, kantor DPRD DKI Jakarta dengan tipe karangan bunga papan opening FJKT 011 a Rp 1.000.000 (satu juta rupiah), maka nilainya Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

Bagi mereka yang kantong tebal, nilai uang sebesar itu, tidak ada artinya. Yang penting mereka berhasil membangun citra negatif bahwa Anies membuang-buang uang rakyat. Buktinya tulisan di karangan bunga “Terima kasih PDIP dan PSI untuk mempertanyakan pemakaian uang rakyat oleh Gubernur DKI,” jelas mereka dengan atribusi Alumni ITS cinta NKRI dan penjelasan ‘Yang Bukan 7 Teman Makan Gratis.’

Sumber Berita / Artikel Asli : Arahjaya

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here