Tiba di Kabul, Pendiri Taliban Segera Bahas Pembentukan Pemerintah Baru Afghanistan

297
Salah satu pendiri Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar (tengah) telah tiba di Kabul untuk membahas pembentukan pemerintah baru Afghanistan. /REUTERS/Alexander Zemlianichenko.

Salah satu pendiri kelompok Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar dikabarkan telah tiba di ibu kota AfghanistanKabul pada Sabtu, 21 Agustus 2021.

Berdasarkan kabar yang dihimpun, tibanya pendiri Taliban di Kabul itu untuk memulai pembicaraan yang bertujuan untuk membentuk pemerintah baru Afghanistan.

Kabar pendiri Taliban sudah tiba di Kabul ini disampaikan langsung oleh pejabat senior kelompok tersebut.

 

“Dia akan berada di Kabul untuk bertemu dengan para pemimpin jihad dan politiis untuk pembentukan pemerintah yang inklusif,” ujar dia sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Reuters.

Mullah Abdul Ghani Baradar tiba di Afghanistan pada hari Selasa dari Qatar, mendarat pertama di Kandahar – tempat kelahiran Taliban – sebelum menuju ke Kabul.

Usai berhasil rebut kekuasaan dari pemerintahan AfghanistanTaliban berjanji tak akan memberikan amnesti bagi semua orang di negara tersebut.

 

Menurut kabar, hal tersebut juga termasuk personel militer dan para penerjemah untuk pasukan asing.

Sekadar informasi, Mullah Abdul Ghani Baradar ditangkap di Pakistan pada 2010 silam, tetapi dibebaskan pada 2018, dan dipindahkan ke Qatar.

Dikabarkan, pembebasan Mullah Abdul Ghani Baradar ini atas permintaan pemerintahan Donald Trump saat Amerika Serikat (AS) secara mengintensifkan upaya meninggalkan Afghanistan.

Sebagai satu-satunya pemimpin Taliban yang masih hidup, Mullah Abdul Ghani Baradar disebutkan sangat dihormati.

Mullah Abdul Ghani Baradar ini secara pribadi ditunjuk sebagai wakil oleh mendiang komandan Taliban Mullah Mohammed Omar.

Sementara itu, Mullah Abdul Ghani Baradar ini mendapatkan kredibilitas di tengah negosiasi di Qatar. Dia memiliki sejarah brutal yang membuatnya mendapat julukan “Baradar si Jagal”.

Selanjutnya, Mullah Abdul Ghani Barada ditunjuk sebagai kepala kantor politik Taliban di Qatar, di mana dia mengawasi penandatanganan perjanjian penarikan pasukan asing dengan AS.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here