TGB Ingin Bertemu SBY, Cipta Panca: Terus Saja Main Drama untuk Mengangkat Citra

1370

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi mengungkapkan dirinya ingin bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membicarakan pemilu presiden 2019.

Mengomentari hal tersebut, politisi partai Demokrat, Cipta Panca Laksana pun memberi jawaban melalui akun Twitter @panca66, Sabtu (21/7/2018).

Panca menjawab jika saat ini SBY sedang sakit.

Ia menambahkan, jika TGB seolah sedang bermain drama untuk mengangkat citra politik setelah mengungkapkan pilihannya.

Pak SBY lagi sakit. TGB ini terus aja main drama seolah terzalimi untuk mengangkat citranya yang terperosok kerena pilihan politiknya,” jawab Cipta Panca.

Panca pun juga membandingakan dengan calon gubernur Jawa Barat yang juga diusung Demokrat, yakni Dedi Mizwar.

Kang Demiz datang membezuk pak SBY di RSPAD walau harus menunggu lama untuk bisa masuk karena pak SBY lagi tidur.

Nga pakai drama nga bisa bertemu. Kang Demiz tahu terima kasih.

Walau kalah tapi dia tahu pak SBY mendukungnya sepenuh hati di Jabar,” tambah Panca.

Politikus Demokrat ini pun juga mentautkan foto dirinya bersama Dedi Mizwar.

Tweet Cipta Panca
Tweet Cipta Panca (Capture Twitter)

 

Diberitakan sebelumnya dari Kompas.com, TGB mengaku dirinya telah meminta waktu untuk bertemu Ketua Umum Partai Demokrat, SBY untuk membicarakan terkait pemilu presiden 2019.

TGB mengaku ingin menyampaikan pandangan pribadinya soal kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).

Ia ingin agar Jokowi kembali memimpin periode kedua.

Hal itu disampaikan TGB dalam wawancara dengan Kompas TV.

Namun, kata TGB, hingga saat ini keinginannya tersebut belum dapat terealisasi.

“Mungkin beliau (SBY) terlalu sibuk. Belum sempat menerima saya,” ujar TGB.

TGB hingga saat ini masih menjabat anggota Majelis Tinggi Demokrat.

Sebelum menyampaikan dukungannya terhadap Jokowi ke publik, TGB mengaku belum sempat berbicara ke internal Demokrat.

Ia merasa tidak ada yang salah dengan sikapnya tersebut.

Selama partai belum memutuskan terkait pencapresan, TGB merasa berhak menyampaikan pandangan pribadinya.

“Saya rasa kita punya kemewahan berdemokrasi. Walaupun ada partai, selama belum ada sikap partai, semua bisa menyampaikan pandangan-pandangan dan sikap politiknya,” kata TGB.

TGB memutuskan mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 setelah melihat kinerjanya dalam empat tahun, terutama di NTB.

Ia merasa saat ini waktu yang tepat untuk menyampaikan sikapnya tersebut.

“Itu ungkapan dari pilihan pribadi setelah empat tahun melihat. Saya pikir rasionalitasnya sangat memadai, yah saya sampaikan,” ujar dia.

“Sebagai anak bangsa kita punya ruang menyampaikan pandangan politik kita dan saya menyampaikan padangan saya bahwa sangat pantas bapak Jokowi diberi kesempatan meneruskan apa-apa yang sedang dibangun sekarang di periode kedua,” kata TGB. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

tribunnews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.