Terus Lakukan Pengejaran, KPK Yakin Harun Masiku Masih Hidup

162
Harun Masiku

Sudah 6 bulan tersangka kasus suap Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR, Harun Masiku belum tertangkap. Banyak yang menduga, eks calon legislatif (caleg) PDIP Dapil I Sumatera Selatan itu sudah meninggal.

Tapi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini, Harun Masiku masih hidup. “Kalau menduga boleh saja lah, tapi kami yakin yang bersangkutan masih hidup,” ujar Wakil Ketua KPK Lili Pintauli kepada RMco.id, Minggu (2/8).

Tim komisi antirasuah, dibantu tim dari Polri, dipastikan Lili terus melakukan pengejaran terhadap Harun. Lili menegaskan, semua pimpinan KPK optimis Harun dapat segera diringkus. “Tentu kami, semua pimpinan KPK, tetap optimis dapat menangkapnya bersama Polri. KPK tetap bekerja keras,” tutur eks Wakil Ketua LPSK ini.

Optimisme yang sama sebelumnya juga dikemukakan Wakil Ketua KPK lainnya, Alexander Marwata. Dia menyebut, penangkapan Harun tinggal tunggu waktu saja. Soalnya, tidak hanya KPK yang mengejarnya. Pihak Polri turut membantu komisi pimpinan Firli Bahuri cs itu melakukan penangkapan terhadap Harun.

“Ya tinggal tunggu waktu saja,” ujar Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (30/7).

Alex menyatakan, penyidik meyakini Harun masih berada di Indonesia. Karena itu komisi antirasuah tak mengajukan permintaan red notice kepada interpol.

Selama pencarian, KPK sempat mendapatkan sejumlah petunjuk terkait keberadaan Harun. Misalnya, informasi lokasi keberadaan Harun dan sejumlah nomor HP yang diterima dari masyarakat. “Tapi sampai sekarang belum memberikan hasil, yang artinya belum tertangkap,” tutur eks hakim adhoc Pengadilan Tipikor itu.

Alex berjanji jika Harun tertangkap, KPK akan mengusut pihak-pihak yang melindungi dan membantunya selama dalam pelarian. “Nanti kalau yang bersangkutan mengatakan siapa yang melindungi, nanti bisa kena pasal apa, obstruction of justice. Pasal 21 ya menghalangi proses penyidikan. Pasti ada sanksinya kalau ada yang melindungi,” tandas Alex.

Salah satu yang menduga Harun sudah meninggal adalah Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. “MAKI masih meyakini HM sudah meninggal,” ujar Boyamin kepada RMco.id, Minggu (2/8).

Keyakinan itu didasari tidak adanya informasi sedikitpun tentang Harun Masiku yang diterima MAKI. Berbeda dengan buronan lain seperti eks sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi yang juga sempat jadi buron.

MAKI sempat menggelar sayembara; siapa saja yang bisa memberikan informasi mengenai keberadaan Harun Masiku dan Nurhadi, akan diganjar hadiah ponsel. Informasi mengenai Nurhadi datang hampir setiap hari. Sementara Harun, nihil. “Untuk HM sama sekali tidak ada data atau informasi masuk. Bukti hidup tidak ada,” selorohnya.

Karena itu Boyamin menyarankan KPK tutup buku untuk mengejar Harun Masiku. “Tidak perlu retorika masih melakukan pengejaran, toh nyatanya hanya omong kosong tidak ada buktinya. Ketika ada kesempatan ditangkap saat OTT nyatanya malah dilepas,” sesal Boyamin. [OKT]

Sumber Berita / Artikel Asli : rmco

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...