Terus Kritisi Isu Ekonomi, Prabowo-Sandi Tolak Disebut Sebar Pesimisme

127
Dahnil Anzar Simanjuntak

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar, membantah anggapan pemerintah yang menuding kubunya menyebar pesimisme di masyarakat. Menurut Dahnil, kritik atas isu ekonomi disampaikan berdasarkan fakta di lapangan.

“Bagaimana mungkin kita bisa menyelesaikan masalah kalau kita tidak mengerti masalah. Ketika Bang Sandi menyampaikan harga mahal, tuduhannya pesimisme,” kata Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/12).

“Keliru kalau itu disebut pesimisme, kebohongan, dan macam-macam. Ekonomi kita lagi sulit, tapi dipaksa bilang bagus, itu sakit menurut saya. Ini yang Pak Prabowo bilang Indonesia bisa punah,” imbuhnya.

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berkunjung ke Aceh dalam rangka menghadiri peringatan 14 tahun tsunami Aceh di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lampulo, Banda Aceh, Rabu (26/12). (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Menurut Dahnil, pemerintah terkesan enggan mengakui fakta mahalnya harga bahan pokok di lapangan. Sikap tersebut, ia ibaratkan seperti seseorang yang didiagnosa menderita kanker namun menolaknya.

“Padahal hasil diagnosa dokter betul ada kanker, dan pemerintah menegosiasi dan menolak adanya penyakit kanker. Kalau begitu terus Indonesia akan punah, dan kalau dia orang terkena kanker, lama kelamaan akan meninggal,” terang Dahnil.

Ia lantas menyarankan agar Presiden Joko Widodo tidak menerapkan prinsip ‘asal bapak senang’ terhadap orang di sekelilingnya. Ia juga menganggap, ada kecenderungan pemerintah untuk menghindari diskursus mengenai lemahnya ekonomi Indonesia.

“Saya berpandangan bahwa ada kecenderugan dari pihak sebelah, pihak pemerintah untuk menghindari isu-isu mengenai ekonomi. Padahal ekonomi kita sedang terpuruk, kita harus bisa menghadirkan solusi dari diskursus-diskursus yang fokus terhadap keterpurukan ekonomi Indonesia saat ini,” tutup Dahnil. kumparan

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here