Teror Bom Sasar Pimpinan KPK, Rumah Alexander Mawarta Dikabarkan Kena Teror

101
Kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dipasang garis polisi, Rabu (9/1/2019). Foto JPG

TANGSEL – Teror bom yang menyasar pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (9/1/2019) cukup menggemparkan publik.

Teror bom itu terjadi di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Laode M Syarif.

Beredar kabar, bahwa teror serupa juga menyasar kediaman Wakil Ketua Alezander Mawarta di Jurang Mangu, Pondok Aren, Tangsel.

Namun, kabar itu dibantah polisi yang memastikan bahwa kabar tersebut adalah hoax.

“Enggak, enggak ada. Ya terserah, aku bilang enggak ada,” tegas Kapolsek Pondok Aren Kompol Yudho Huntoro, Rabu (9/1/2019).

Bahkan, Yudho mempersilahkan kepada awak media untuk memastikan sendiri dengan datang ke kediaman Alexander Nawarta.

“Kalau mau ngecek, ngecek saja. Kalau mau ngecek di Pasar Minggu, Pak Laode itu,” lanjutnya.

Akan tetapi, lanjut Yudho, teror bom yang menyasar kediaman pimpinan KPK itu langsung ditindaklanjuti oleh pihaknya.

Yakni dengan langsung melakukan pengecekan dan penjagaan ketat di kediaman Alex itu.

“Kita sudah cek engga ada, mudah-mudahan enggak ada. Jangan sampailah,” cetusnya.

Guna memastikan keamanan dan keselamatan pejabat negara itu, sambung Yudho, pihaknya telah melakukan penebalan keamanan pada rumah tinggal komisioner KPK itu.

“Kita pantau-pantau saja bertiga, dua anggota kami (polisi) dan BIN,” katanya.

Untuk diketahui, kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo di Perum Graha Indah Blok A9/15 RT. 004/014, Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi mendapat teror bom rakitan.

Penemuan bom rakitan itu sendiri diketahui sekitar pukul 05.30 WIB di sebuah tas warna hitam.

Berdasarkan informasi yang didapat PojokSatu.id, penemuan bom rakitan itu pertama kali ditemukan oleh Aipda Sulaeman.

Anggota Gegana Polri Kelapa Dua Depok itu melihat tas berwarna hitam tergantung di depan kediaman Agus Rahardjo.

Merasa curiga, Aipda Sulaeman lantas memeriksa tas tersebut dan mendapati rangkaian bom aktif.

Selanjutnya, ia mengamankan bom tersebut dan langsung melakukan penjinakan dengan cara melepas batrei dan detonatornya.

Adapun rangkaian bom rakitan yang diamankan tersebut dijadikan barang bukti.

Antara lain, pipa paralon, detonator, sikring, kabel warna kuning, biru dan oranye, paku ukuran 7 sentimeter, serbuk diduga semen putih, baterai kotak merk Panasonic neo 9 volt dan sebuah tas warna hitam.

Sementara, kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif juga diteror pelemparan bom molotov.

Teror bom molotov itu sendiri terjadi di kediaman Laode di Jalan Kalibata Selatan, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, itu baru diketahui sekitar pukul 05.30 WIB.

Teror bom molotov di rumah Laode itu sendiri pertama kali diketahui Bambang, sopir Laode saat membuka pintu garasi.

Saat itu, ia melihat pecahan botol kaca, sumbu dan minyak tanah di lantai.

Mengetahui hal itu, Bambang langsung melaporkannya kepada Laode yang lantas memeriksa rekaman CCTV di rumahnya itu.

Dalam rekaman CCTV, terlihat bahwa peleparan bom molotov itu terjadi pada Selasa (8/1/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.

Sebelum pelemparan, tampak orang tak dikenal melakukan aktivitas di depan gerbang kediaman Laode.

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.