Ternyata Demokrat Belum Koalisi dengan Gerindra, Baru Besok Diputuskan, Bukti SBY Bohongi Prabowo?

1615

JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang sudah bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pimpinan parpol itu sepakat berjalan beriringan untuk berkoalisi di Pilpres 2019 mendatang.

Selain itu, juga disepakati bahwa partai berlambang bintang mercy itu mendukung mantan Danjen Kopassus tersebut maju sebagai calon presiden.

Akan tetapi, koalisi tersebut dibantah anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Soekarwo.

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu memastikan, koalisi partai Demokrat dengan Partai Gerindra itu belum resmi.

Rencana koalisi tersebut, kata dia, saat ini masih dirapatkan di majelis tinggi partai.

“Belum (resmi). Masih tahap rapat,” kata Soekarwo di kantor DPRD Jatim, Surabaya, Jumat (3/8/2018).

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur itu menambahkan, keputusan resmi koalisi itu baru akan diputuskan besok, Sabtu (4/8/2018).

Akan tetapi, hingga kini dirinya mengaku belum menerima undangan secara resmi mengenai rapat kepastian koalisi dimaksud.

“Nanti akan diputus di majelis tinggi tanggal 4 besok. Tapi sampai saat ini belum menerima undangan,” ungkapnya.

Selain itu, Pakde Karwo menyatakan, kendati nantinya Demokrat resmi berkoalisi dengan Gerindra.

Majelis tinggi juga sama sekali belum menyinggung sosok cawapres yang bakal dipasangkan dengan mantan menantu Presiden Soeharto itu.

Termasuk nama Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Secara resmi organisasi belum mengambil keputusan (cawapres),” pungkas pria yang juga Gubernur Jatim ini.

Seperti diketahui, SBY dan Prabowo sebelumnya bertemu dan telah bersepakat untuk berkoalisi.

 

Kesepakatan itu terjadi setelah intensif menggelar pertemuan dengan Prabowo Subianto.

Bahkan, SBY menyampaikan jika Prabowo merupakan capres yang diusung Demokrat di Pilpres 2019 mendatang.

“Sekarang pintu itu makin lebar, Insyaallah kita bisa diketemukan untuk melakukan perbaikan yang akan datang untuk 5 tahun ke depan,” tuturnya.

Mantan Presiden RI keenam itu menambahkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya soal posisi cawapres kepada mantan Danjen Kopassus itu.

“Saya sebagai pimpinan PD menyerahkan sepenuhnya ke Pak Prabowo. Yang penting rakyat memberikan dukungan dan kepemimpinan yang akan datang,” imbuhnya.

Politisi kelahiran Pacitan, Jawa Timur itu memastikan bahwa capres yang diusung Demokrat dan Gerindra adalah Ketum Gerindra.

“Pak Prabowo adalah calon presiden kita,” tutupnya.

(mkd/JPC/ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...