Terkait Ceramah Gus Muwafiq,Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri Menyatakan Sikap

1948
Gus Muwafiq
PAMEKASAN – Beredarnya Video isi ceramah yang disampaikan oleh Gus Muwafiq yang viral di media sosial beberapa waktu lalu,Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri Menyatakan Sikap, Jum’at (6/12/2019)

Isi ceramah Gus Muwafiq menjadi sorotan lantaran mengisahkan kehidupan masa kecil Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang anak yang diasuh kakek dan tanpa kedua orang tua, Gus Muwafiq menyebut Nabi Muhammad tidak terurus dengan baik.

Video ceramah yang didominasi dalam bahasa Jawa tersebut viral, dan berujung kecaman dari sejumlah kalangan

Melalui Laman Facebook Resmi Pondok Pesantren Sidogiri Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri Menyatakan Sikap Resminya terhadap Isi ceramah Gus Muwafiq yang terkesan Merendahkan Kemulian Nabi Muhammad

Berikut isi Pernyataannya :

SIKAP RESMI MAJELIS KELUARGA PONDOK PESANTREN SIDOGIRI
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺃﺷﺮﻑ ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ‏( ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ .
Sehubungan dengan beredarnya ceramah dari Saudara Muwafiq yang saat ini sedang ramai dibicarakan orang, dan setelah menyimak isi pidato tersebut secara utuh dan lengkap, berikut pernyataan tabayun dari yang bersangkutan, kami Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri menyimpulkan bahwa:
Ceramah Saudara Muwafiq mengandung unsur-unsur yang terkesan merendahkan kemuliaan Nabi (, seperti kalimat: Nabi lahir biasa-biasa saja, tidak bersinar; saat kecil rembes; tidak terlalu terurus karena ikut kakeknya; kesenangannya bermain kesana-kemari sehingga tidak sekolah akhirnya tidak bisa baca-tulis; jika saat itu ada jambu maka beliau akan mencuri jambu itu.
Saudara Muwafiq juga terkesan meragukan riwayat tentang keistimewaan Nabi pada masa kecil yang telah diyakini kebenarannya oleh kalangan pesantren, dengan mengatakan: “Kita tidak boleh angkuh karena semuanya hanya katanya dan tidak menyaksikan peristiwa itu sendiri secara langsung”.
Penjelasan tabayun yang dilakukan oleh Saudara Muwafiq setelah ramainya ceramah tersebut tidak mengandung pernyataan menarik ucapannya dan bertaubat dari kesalahan itu.

Mengingat hal tersebut di atas, serta mengingat:
Adanya sebagian umat Islam yang masih memberikan pembelaan terhadap Saudara Muwafiq terkait hal ini.
Pesan tegas dari Hadratusy-Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari dalam kitab “at-Tanbihatul-Wajibat” sebagai berikut:
ﻓَﺘَﺄَﻣَّﻞْ – ﻭَﻓَّﻘَﻚَ ﺍﻟﻠﻪُ – ﻣَﺎ ﺫَﻛَﺮْﻧَﺎﻩُ ﻓﻲِ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺘَّﻨْﺒِﻴْﻬَﺎﺕِ ﺍﻟﺜَّﻠَﺎﺙِ ﻣِﻦْ ﻭُﺟُﻮﺏِ ﺣُﺮْﻣَﺔِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ‏( ﻭَﺗَﻮْﻗِﻴْﺮِﻩِ ﻭَﺗَﻌْﻈِﻴْﻤِﻪِ ﻋِﻨْﺪَ ﺫِﻛْﺮِ ﻣَﻮْﻟِﺪِﻩِ ﻭَﺫِﻛْﺮِ ﺣَﺪِﻳْﺜِﻪِ ﻭَﺳَﻤَﺎﻉِ ﺍِﺳْﻤِﻪِ ﻭَﺣُﺮْﻣَﺔِ ﺍﺳْﺘِﻌْﻤَﺎﻝِ ﻣَﺎ ﻭُﺿِﻊَ ﻟِﻠﺘَّﻌْﻈِﻴْﻢِ ﻓِﻲ ﻏَﻴْﺮِ ﻣَﺤَﻞِّ ﺍﻟﺘَّﻌْﻈِﻴْﻢِ، ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟِﺈﺳْﺘِﻬْﺰَﺍﺀِ ﻭَﺍﻟْﺈِﺯْﺭَﺍﺀِ ﺃَﻗْﺮَﺏُ، ﻭَﻗَﺘْﻞِ ﻣُﺘَﻨَﻘِّﺼِﻪِ ‏( ﻭَﻣُﺆْﺫِﻳْﻪِ ﺑِﺎْﻹِﺟْﻤَﺎﻉِ – ﻳَﻈْﻬَﺮُ ﻟَﻚَ – ﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻚَ ﺃَﺩْﻧَﻰ ﺑَﺼِﻴْﺮَﺓٍ – ﻗُﺒْﺢُ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﻔِﻌْﻠَﺔِ ﺍﻟْﻤُﺨْﺰِﻳَﺔِ، ﻭَﻣَﺰِﻳْﺪُ ﻓُﺤْﺸِﻬَﺎ، ﻭَﻋَﻈِﻴْﻢُ ﻣَﺎ ﻳَﺘَﺮَﺗَّﺐُ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌُﻘُﻮْﺑَﺎﺕِ . ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻇَﻬَﺮَ ﻟَﻚَ ﺫَﻟِﻚَ ﺭَﺟَﻌْﺖَ ﻭَﺗُﺒْﺖَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻦْ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﻔَﺎﺣِﺸَﺔِ ﺍﻟْﻤُﻬْﻠِﻜَﺔِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﻵﺧِﺮَﺓِ .
Artinya: “Renungkanlah apa yang telah kami sampaikan di dalam tiga keterangan pengingat ini mengenai:
(1) Wajibnya menghormati, memuliakan dan mengagungkan Nabi Muhammad ( di saat menyebut kelahiran, menyebut Hadis serta nama beliau;
(2) haramnya menggunakan kata yang ditetapkan untuk dimuliakan bukan di tempat memuliakan, dan bahwa hal itu lebih dekat dengan pelecehan dan penghinaan;
(3) ijmak ulama mengenai hukuman mati untuk orang yang melecehkan dan menyakiti (menghina) Nabi ( . Dengan merenungkan hal tersebut, maka akan menjadi jelas bagimu (jika kamu masih punya sedikit mata hati), bahwa perbuatan ini merupakan suatu yang sangat buruk dan tercela, serta memiliki konsekwensi hukuman yang sangat berat. Jika kau menyadari hal tersebut, maka kembalilah dan bertobatlah kepada Allah dari keburukan yang akan membuatmu celaka di dunia dan akhirat.”
Dengan pertimbangan di atas, maka Pondok Pesantren Sidogiri menegaskan pernyataan sebagai berikut:
Menyesalkan dan mengecam pernyataan-pernyataan Saudara Muwafiq dalam ceramah dimaksud, karena tidak menjaga adab dan terkesan merendahkan pribadi Rasulullah (.
Meminta Saudara Muwafiq untuk segera menarik ucapan-ucapannya tersebut serta mentaubatinya.
Menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah (, tidak melakukan pembelaan kepada siapapun yang merendahkan martabat beliau, dengan senantiasa berpegangteguh pada ajaran Ahlusunah wal-Jamaah serta tidak fanatik buta dalam membela maupun membenci figur tertentu.
Menghimbau umat Islam untuk tetap menjaga persatuan umat, kepatuhan terhadap hukum agama dan negara, serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan, dengan tanpa mengurangi ketegasan dalam menolak segala penyimpangan dan penodaan.
Pasuruan, 8 Rabiu-Tsani 1441 H.
Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri
(KHA. Nawawi Abd. Djalil)
Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri
(KHA. Fuad Noerhasan)
(KH. Abdulloh Syaukat Siradj)
(H. Bahruddin Thoyyib)
(d. Nawawy Sadoellah)
(Mp/Liq/Rul),

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...