Terbaru, 5 Petugas Lapas Kelas I Tangerang Diperiksa Kakanwil Kemenkumham Banten, Hasilnya…

153
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Banten, Andika Dwi Prasetya di Lapas Kelas I Tangerang. Foto: Hendrik/PojokSatu.id

TANGERANG – Lima petugas Lapas Kelas I Tangerang tengah diperiksa Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Banten.

Kelima petugas yang diperiksa tersebut merupakan penjaga yang bertugas saat bandar narkoba asal China, Cai Changpan kabur dari lapas tersebut.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Banten, Andika Dwi Prasetya mengaku, pihaknya sedang memeriksa lima petugas dimaksud.

“Baru pendalaman, belum selesai ini pemeriksaan. Yang sementara kita anggap bertanggung jawab kita tarik (periksa) ke Kanwil itu ada lima orang,” ujarnya, Rabu (23/9/2020).

Andika menjelaskan, pihaknya juga masih terus menggali informasi narapidana mati itu melalui gorong-gorong lapas tersebut.

“Itu lagi kita gali terus supaya misteri ini bisa kita ketahui dan terungkap. Dan kita meminta tolong ke kepolisian yang ahli juga,” katanya.

Andika menuturkan, alasan Cai Changpan tidak ditempatkan di Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah, lantaran saat itu napi tersebut berhasil melarikan diri saat menjadi tahanan Bareskrim Polri.

“Pada waktu saat dia melarikan diri itu ada asesmen bahwa masuk kategori tidak beresiko, metodenya itu ukuran perilaku.”

“Pastinya kita berharap ketika ada peluang dia bisa diberikan penghukuman selain pemidanaan yang sudah putus itu eksekusi saja,” jelasnya.

Sementara, Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Jumadi mengatakan, Cai Changpan dikirim ke Lapas Kelas I Tangerang dari Bareskrim Polri pada 2018.

“Karena sekarang masih penyelidikan jadi baru itu bisa saya sampaikan,” kata Jumadi.

Jumadi menambahkan, di lapas yang dipimpinya tersebut saat ini sudah kelebihan kapasitas.

Dari yang hanya untuk kapasitas 600 tahanan, kini telah diisi sebanyak 2.340 tahanan.

“Sebetulnya di sini kapasitasnya 600 orang, sekarang ada 2.340. Dan 80 persen di sini adalah (narapidana) narkoba. Sisanya adalah pidana umum teroris dan sebagainya,” jelasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...