Tentara Myanmar Bunuh dan Bakar 11 Mayat Penduduk Desa

276

Jakarta – Tentara Myanmar membunuh dan membakar mayat 11 orang yang ditangkap di sebuah desa di pusat negara Asia Timur yang bergolak tersebut. Hal ini diketahui dari kesaksian penduduk setempat dan liputan media lokal.

Rekaman video yang menunjukkan kekejaman itu juga beredar di media sosial pada hari Rabu (8/12), juga diterbitkan oleh portal berita lokal Myanmar Now.

Sisa-sisa tubuh manusia yang sudah hangus ditemukan di sebuah desa di Sagaing, daerah yang menjadi saksi mata pertempuran sengit antara tentara Myanmar dan pasukan milisi yang dibentuk oleh penentang junta militer yang berkuasa sejak kudeta 1 Februari yang menggulingkan pemerintah terpilih.

“Beberapa korban masih hidup saat dibakar,” kata penduduk yang tidak disebutkan namanya dikutip Myanmar Now, Rabu.

Seorang pekerja sukarelawan di daerah itu, yang berbicara dengan syarat anonim, menambahkan dalam sebuah wawancara telepon dengan Reuters bahwa pasukan Myanmar memasuki Desa Don Taw pada Selasa pagi, kemudian membunuh 11 orang pada sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

“Pasukan itu secara brutal membunuh siapa saja yang bisa mereka temukan. Tidak peduli itu pasukan milisi atau warga biasa,” kata pekerja kemanusiaan.

Seorang anggota Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) yang melawan junta militer, Kyaw Wunna, mengatakan melalui telepon bahwa pasukan Myanmar tiba di desa itu sambil menembakkan senjata mereka dan mereka yang ditahan dibawa ke lapangan terdekat sebelum dibunuh.

Pekerja bantuan sukarelawan lainnya menambahkan bahwa hampir 3.000 orang telah melarikan diri dari lima desa di daerah itu dan bersembunyi, takut akan lebih banyak penangkapan dan pembunuhan.

Seorang kerabat dari salah satu korban mengatakan orang yang tewas itu, Htet Ko, seorang mahasiswa berusia 22 tahun dan bukan anggota milisi dan tidak bersenjata.

“Ini tidak manusiawi. Saya merasakan sakit yang dalam di hati saya,” kata kerabatnya, yang mengatakan pria itu mencoba melarikan diri, tetapi terluka oleh tembakan.

“Serangan mengerikan ini menunjukkan bahwa militer tidak menghargai hidup manusia,” tambahnya.

Dikatakannya, 11 korban – semuanya laki-laki dan termasuk anak laki-laki berusia 14 tahun.

Perkembangan itu terjadi hanya dua hari setelah pasukan junta Myanmar menabrakkan truk militer ke pengunjuk rasa yang ambil bagian dalam demonstrasi damai anti-kudeta di ibu kota, Yangon.

Sedikitnya lima orang tewas dan puluhan lainnya cedera dalam insiden Minggu pagi, di mana kendaraan militer menabrak kerumunan dari belakang, menurut saksi mata.(Nto)

Sumber Berita / Artikel Asli : INDONESIAINSIDE

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here