Temui Erick Thohir, Eks Komisioner KPK Ngaku Bicara Soal BUMN, Gantikan Ahok?

295
Chandra Hamzah saat memenuhi undangan mentri BUMN Erick Thohir, Senin (18/11/2019). Foto Antara

 JAKARTA – Menteri BUMN mengundang eks komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah, Senin (18/11/2019).

Chandra Hamzah tiba di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, sekitar pukul 08.30 WIB.

Chandra datang mengenakan kemeja batik berwarna cokelat dan langsung menuju meja resepsionis untuk mengisi buku tamu.

Tak lama kemudian, Chandra dijemput seorang pegawai Kementerian BUMN menuju ruang kerja Erick Thohir di lantai 19.

Usai sekitar dua jam, Chandra menggelar pertemuan empat mata dengan Erick Thohir.

Dalam pertemuan itu, Chandra mengaku diajak berdiskusi soal kinerja dan permasalahan korupsi di BUMN.

“Ngobrol-ngobrol tentang BUMN. Bagaimana memperkuat, memperbaiki, dan meningkatkan kinerja BUMN,” ujarnya, Senin (18/11).

Chandra menjelaskan tidak ada sektor spesifik yang dibahas dan lebih mengarah ke perbaikan masalah BUMN keseluruhan.

Ia mengaku juga ditanya soal pengalaman ketika menjabat Komisaris Utama PT PLN (Persero).

“Kebetulan ya kan saya pernah jadi Komut PLN,” papar Chandra.

Akan tetapi, ia membantah bahwa dirinya ditawari untuk menjabat sebagai bos salah satu BUMN.

“Enggak, enggak kita bicara umum umum aja,” ungkapnya.

Chandra juga mengungkap, bahwa Erick ingin BUMN tidak lagi jadi sapi perahan saja.

Sebaliknya, Erick menginginkan agar BUMN harus mengedapankan integritas.

“Jadi jangan sampai lah, jangan sampai ada pejabat BUMN tersangkut kasus korupsi lagi,” terangnya.

Sosok Chandra Hamzah sendiri bukan orang asing di BUMN, karena pernah diangkat menjadi Komisaris Utama PT PLN (Persero) pada 23 Desember 2014.

Selain itu Chandra juga pernah diminta menjadi Komisaris Bank BTN, tetapi dia menolaknya.

Sebelumnya, Erik Thohir juga mengundang mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Wacana yang mengemuka kemudian adalah Ahok bakal memimpin salah satu BUMN. Kabarnya, Ahok akan menjadi bos PLN atau Pertamina.

Akan tetapi, wacana tersebut mendapat tentangan dari sejumlah pihak.

Hal itu terkait perangai Ahok yang kerap marah dan membentak. Selain itu, Ahok pun disangkutpautkan dengan kasus dugaan korupsi saat ia memimpin DKI Jakarta.

Ahok juga dinilai tak pantas memimpin perusahaan plat merah. Terlebih, ia pernah mendekam di penjara lantaran kasus penistaan agama.

(ruh/pojoksatu)

Comments

comments

Loading...