Tempe Setipis ATM Dikritik, Sandiaga: Don’t Be Overdramatic

485

Jakarta – Bakal Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno menanggapi kritik netizen tentang tempe setipis kartu ATM. Menurutnya, hal itu tidak pantas dibully namun harus menjadi renungan.

“Yang saya sampaikan itu adalah suara dari rakyat. Itu dari Bu Yuli dan rekannya di Duren Sawit itu exactly. Word by word yang disampaikan mereka. Kalau misalnya teman-teman itu mengartikannya sebagai suatu jeritan masyarakat, iya. Apakah ini hiperbolisme? Mungkin iya,”ucap Sandiaga kepada wartawan di Glodok, Jakarta Barat, Selasa (11/9/2018).
Sandiaga menghimbau masyarakat tidak boleh menghina hal tersebut. Hal itu adalah jeritan dari masyarakat bawah terhadap kondisi ekonomi saat ini.
“Tapi menurut saya itu yang disampaikan masyarakat dan kita enggak boleh mendiskreditkan, membully. Justru kita harusnya melihat bahwa ini adalah disconeksi antara apa yang kelas menengah ke atas berpikir sama yang dirasakan kelas menengah ke bawah. Jadi jangan sampai kesenjangan ini terus melebar,” ucap Sandiaga.
Sandi mengatakan, apa yang dia ungkapkan adalah tentang keresahan masyarakat. Hal itu adalah efek dari kenaikan harga kedelai karena rupiah melemah.
“Kesejahteraan desa menurun. Dengan kedelai yang diimpor itu dolarnya naik, ya pasti akan naik harga tempe. As simple as that. Jadi do not be overdramatic atau melodramatic terhadap isu,” ucap Sandiaga.
Sandiaga menyayangkan jika terjadi pembulian di media sosial. Apalagi, ada sikap saling menjatuhkan.
“Jangan juga denial gitu lho. Kita accept lah. Jangan saling menjatuhkan. Cari solusinya. Solusi kita adalah perkuat ekonomi rakyat,” kata Sandiaga. detik

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...