Tega gegara aksi Presiden Jokowi, banyak orang langgar prokes demi rebutan nasi

397

Baru-baru ini sebuah video mendadak viral di jagat media sosial lantaran aksi seorang Presiden Joko Widodo (Jokowi) diduga membuat masyarakat berkerumun sehingga langgar protokol kesehatan (prokes) demi memperebutkan nasi kotak.

Rekaman tersebut diunggah oleh akun jejaring media sosial Twitter @cybsquad_.

Terlihat dalam rekaman berdurasi 15 detik tersebut, Presiden Jokowi keluar dari sebuah mobil hitam kemudian membagikan beberapa buah makanan yang tampak seperti nasi kotak.

Tega gegara aksi Presiden Jokowi, banyak orang langgar prokes demi rebutan nasi. Foto: Twitter
Tega gegara aksi Presiden Jokowi, banyak orang langgar prokes demi rebutan nasi. Foto: Twitter

Walhasil aksi Presiden Jokowi tersebut membuat warga setempat melanggar protokoler kesehatan lantaran menimbulkan kerumunan dan saling himpit satu sama lain.

Tampak, banyak warga berusaha mendekati mobil Presiden Jokowi yang tengah membagikan nasi kotak, aparat yang bertugas pun menjaga agar masyarakat tak terlalu dekat dengan Jokowi.

Menurut beberapa sumber, diduga video tersebut diambil ketika Presiden Jokowi berkunjung ke lokasi banjir di Kalimantan Selatan beberapa waktu silam.

“Pak Jokowi, pak Jokowi, mau, pak. Satu lagi (nasi bungkusnya),” teriak seorang warga yang terdengar di video.

Tega gegara aksi Presiden Jokowi, banyak orang langgar prokes demi rebutan nasi. Foto: Twitter
Tega gegara aksi Presiden Jokowi, banyak orang langgar prokes demi rebutan nasi. Foto: Twitter

Setelah membagikan makanan, Jokowi tampak masuk kembali ke dalam mobil untuk mengambil nasi kotak lain yang dia bawa.

Sontak video yang merekam momen Presiden Jokowi membagikan nasi kotak sehingga menimbulkan kerumunan tersebut mendadak heboh di media sosial.

Beberapa warganet penghuni jejaring media sosial Twitter pun menanggapi dengan berbagai komentar.

Mereka yang buat aturan, mereka yang menagkap, tapi mereka pula yang melanggar. Lalu siapa penegak hukum dan untuk siapa hukum diciptakan? Lihatlah perjuangan relawan yang mengantar logistik untuk korban banjir, tanpa motif pencintraan karena mereka bukan siapa-siapa. Tapi mereka memiliki hati nurani,” balas akun @faridahamberi.

Jadi beda antara kerumunan dengan kerumunan. Kerumunan yang disebabkan spontanitas itu tidak sama dengan kerumunan yang disebabkan spontanitas. Orang yang menyebabkan kerumunan itu tidak sama dgn orang yang menyebabkan kerumunan,” ujar akun @ambroljeduk.

Pemimpin harus memberi contoh yang baik, tegakkan aturan prokes. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” kata @arbmursyid.

Dugaan pencitraan yang semu dan tidak produktif! Ada yang kebagian, ada yang gigit jari, melanggar prokes, gimana seorang presiden tidak memberi contoh yang baik?,” imbuh @irsitepu.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...