Tanya ke Mahfud MD, Ratna Sarumpaet: Peristiwa Toba Pelanggaran Kemanusiaan yang Adil dan Beradab?

516
Ratna Sarumpaet - Mahfud MD

Ratna Sarumpaet menanyakan kepada Mahfud MD soal peristiwa kecelakaan KM. Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @RatnaSpaet yang ditulis pada Rabu (11/7/2018), Ratna memberikan perumpamaan sebuah pemerintahan soal tugas presiden.

Ratna mengandaikan apabila ada menteri yang sangar, seharusnya presiden atau wakil presiden memberikan teguran, jika tidak menurut Ratna hal tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan

Lantas Ratna menanyakan kepada Mahfud MD untuk memberikan padangannya terhadap sikap pemerintah.

“Kalau di kabinet ada 1 y sangar, rakus, atau kejam, tentu y lain t’utama Presiden dan Wakil akan mnegurnya.

Kalau tidak, maka kejahatan di Toba adl kejahatan Kemanusiaan berjamaah.

Bantu tanya @mohmahfudmd bukankah peristiwa Toba planggaran atas “Kemanusiaan yg adil dan beradab?”,”

Seperti yang diketahui, dalam sebulan terakhir telah terjadi beberapa kecelakaan kapal di perairan Indonesia.

Salah satunya adalah insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018).

Proses pencarian dihentikan tepat hari ke-16 pencarian korban hilang KM Sinar Bangun tersebut yakini pada Selasa (3/7/2018).

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan mengatakan walaupun proses penacarian telah dihentikan, tetapi sejumlah personel dari Tim SAR daerah tetap akan memantau di perairan Danau Toba, Sumatera Utara.

“Benar untuk secara nasional sudah dihentikan. Setelah ini kita laksanakan operasi rutin yang ada di Parapat. Ada personel SAR di sini,” kata Budiawan, Selasa (3/7/2018) seperti yang dilansir TribunWow.com dari TribunMedan.

Budiawan menjelaskan selain personel Tim SAR, peralatan seperti kapal, dan perahu karet juga masih disiagakan guna melancarkan operasi rutin di perairan Danau Toba.

Hal itu dilakukan untuk berjaga-jaga apabila adanya laporan temuan jasad yang mengapung di perairan Danau Toba, personel Tim SAR dapat segera melakukan evakuasi.

Sementara itu, proses pencarian korban telah dilakukan pada tanggal 18 Juni hingga 3 Juli 2018.

Hasil proses pencarian tersebut, Sebanyak 21 orang berhasil selamat dan 3 orang dalam keadaan meninggal dunia. Serta 164 orang masih dinyatakan hilang di perairan Danau Toba.

Pembangunan Monumen

Sebuah monumen akan dibangun untuk mengenang para korban KM Sinar Bangun.

Dilansir TribunWow.com dari TribunMedan, peletakkan batu pertama pembangunan Monumen KM Sinar Bangun dipimpin langsung Bupati Simalungun JR Saragih di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Selasa (3/7/2018).

Satu per satu perwakilan keluarga korban tragedi KM Sinar Bangun meletakkan batu sebagai tanda awal dibangunnya monumen.

Para pemuka agama turut menghadiri prosesi tersebut.

Monumen itu nantinya akan menampilkan 188 nama penumpang KM Sinar Bangun, termasuk yang selamat, meninggal dunia, dan hilang.

Tak hanya nama, monumen itu juga akan menampilkan data tanggal lahir setiap korban. (TribunWow.com/Woro Seto)

tribunnews.

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.