Tangkis Komentar Budiman Sudjatmiko, BPN: Prabowo Beberkan Realitas

714

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno , Suhud Alynudin, membantah pernyataan politikus PDI Perjuangan   Budiman Sudjatmiko yang menyebut Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto hanya menebar ketakutan . Ia menyebut apa yang dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra itu sedang menyampaikan realitas yang terjadi di Indonesia.

“Di era Pak Jokowi kita mengalami kemunduran di banyak aspek, pertumbuhan ekonomi kita mentok, utang negara menumpuk, daya beli masyarakat rendah akibat tingginya beban hidup, tingginya ketergantungan pada impor,” kata Suhud kepada Suara.com, Rabu (2/1/2018).

Menurut Suhud, kondisi tersebut malah membahayakan bagi generasi mendatang di mana Indonesia akan mengalami bonus demografi. Ia menilai kalau bonus demografi itu justru malah jadi bumerang bagi pemerintah karena tidak mampu membuka lapangan kerja yang luas.

Oleh karena itu Suhud memastikan kalau pidato yang disampaikan Prabowo bukan untuk menebar ketakutan, akan tetapi mengajak kepada seluruh masyarakat memahami dengan kondisi bangsa dan mencari solusinya.

“Pak Prabowo ingin memastikan masa depan Indonesia menjadi baik dengan menjelaskan situasi yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Pak Prabowo mengajak semua pihak menjawab realitas dan tantangan yang ada,” pungkasnya.

Sebelumnya, Budiman Sudjatmiko selaku Juru Bicara kubu Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin, menilai pernyataan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mengenai Indonesia krisis air dan 100 persen mengimpor BBM tahun 2025 tak relevan.

Budiman menilai pernyataan itu menunjukkan Prabowo hanya membaca buku-buku zaman dulu alias jadul.

“Semua retorika Pak Prabowo sungguh-sungguh mewakili masa lalu yang ketakutan melihat masa depan. Ini tidak baik untuk generasi muda, hanya baik untuk generasi kuda (tunggangan),” kata Budiman. suara

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...