Tangkap Ahok atau Kapolri Mundur saja

14469

Oleh: Muslim Arbi Presidium Front Perjuangan Muslimin Indonesia

Jakarta, 20 Oktober 2016 — Desakan Umat Islam atas kasus Penistaan, Penghinaan dan Penodaan Alquran Surat Almaidah ayat 51 merebak di berbagai Daerah. Mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara. Intinya Tangkap dan Proses Hukum Ahok.

MUI Pusat pun sudah keluarkan pendapat terkait perbuatan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama ini. Pelaporan ke Bareskrim pun sudah di lakukan. Di berbagai Wilayah, Ulama dan Umat sudah mendatangi Kepolisian setempat untuk lapor kan Ahok.

Bahkan kemarin di Paripurna DPR RI, Wakil Ketua Komisi II, Drs Almujammil Yusuf dari PKS lakukan interupsi yaitu Mendesak Presiden Jokowi dan Kapolri agar segera menegakkan Hukum atas kasus Penistaan Alquran ini.

Pada Aksi Jumat, 14 Oktober lalu, di Depan Kantor sementara Bareskrim, Tokoh Reformasi, Amien Rais bahkan mendesak Presiden Joko Widodo agar jangan melindungi Ahok atas kasus Penistaan Alquran ini.

Imam Besar FPI, Al Habib Muhammad Rizieq Shihab juga sampaikan orasi dan penekanan agar Ahok segera di Tangkap dan di Adili atas Penodaan Kitab Suci Umat Islam itu. Bahkan akan mengobarkan Revolusi, bila Istana Tidak segera bertindak. Bahkan, Istana akan di kuasai bila pemerintah bermain main dalam kasus ini. Ini soal Aqidah Umat, soal Hidup dan Mati Bela Al Quranul Karim.

Semua yg di lakukan Ulama dan Umat dalam menyikapi Penistaan Alquran oleh Ahok itu murni Gerakan Bela Aqidah dan Tidak ada Muatan Lain. Oleh karena Polri itu di bawah Jendral Tito Karnavian harus pemimpin proses pengusuran Kasus Penistaan Ahok ini secara professional. Publik juga meminta Polri tidak ikut arus opini lain atas soal ini. Publik sangat menanti itu.

Umat mendambakan Polri yg menjadi pengayom tanpa pertimbangan apa pun selain Penegakan Hukum. Polri juga tidak perlu mencari second Opinion seperti KPK saat tangani Kasus Sumber Waras yg melibatkan Ahok. Beda Kasus Korupsi dan Kerugian Keuangan Negara di Sumber Waras dan Kasus Penistaan Alquran sekarang ini.

Bila ternyata, Polri karena tekanan tertentu, sehingga tidak bersikap dan bertindak sebagai mana seharus nya Pimpinan Polri bersikap. Maka sebaik nya Kapolri Mengundurkan diri saja. Karena dianggap tidak mampu merespon Aspirasi Umat dan Ulama yg di sakiti oleh Gubernur DKI, yg sebelum nya adalah mitra di DKI saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Polda Metro Jaya. Di mana pernah Gubernur Ahok sesumber mendapat beking Kapolda Tito, maka nya berani bertindak. Itu di ucapakan pada suatu kesempatan.

Omongan Ahok yg merasa di bekengi oleh Kapolda Tito itu masih teringiang di telinga Umat. Di saat sekarang Jendral Tito sdh pemimpin Kepolisian Republik Indonesia, apakah masih membekengi Ahok? Waktu lah yg menjawab semua itu.

 


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here