Tanggapi Tudingan Johnny, Dahnil: Pak Jokowi, Mohon Diingatkan Timsesnya, Statemen Ini Berbahaya

890

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi pernyataan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, JohnnyG Plate. Johnny menduga Prabowo Subianto punya motif kampanye dalam agenda salat Jumat di Masjid tersebut sehingga muncul keberatan pihak masjid.

Dahnil Anzar Simanjuntak melalui Twitter pribadi menilai jika pernyataan Johnny tidak elok dan bisa menjadi ancaman. “Agaknya, statement ini tak elok dan berbahaya. Stoplah “lompat pagar”. Pernyataan ini berbahaya dan bisa menjadi ancaman serius bagi keberagaman,” tulis @Dahnilanzar.

Menurut Dahnil Anzar SimanjuntakJohnny terlalu mengurusi niat ibadah orang lain. Bahkan, dia meminta Jokowi untuk mengingatkan tim suksesnya.

“Anda mengurusi niat ibadah orang yang berbeda agama dengan anda bang Jhoni. Mohon diingatkan Pak @jokowi timsesnya,” kata dia.

Sebelumnya, beredarnya pamflet dan narasi undangan mengajak masyarakat untuk ikut salat Jumat bersama Prabowo Subianto. Berita tersebut akhirnya menuai polemik karena adanya larangan Ketua Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman, KH Hanief Ismail.

KH Hanief Ismail keberatan dengan rencana kegiatan salat Jumat Prabowo Subianto di Masjid Agung Semarang.

“Kami para nadlir atau takmir Masjid Kauman merasa keberatan dengan rencana Jumatan Prabowo. Tolong sampaikan ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) agar mengambil tindakan yang perlu sesuai aturan hukum,” kata KH Hanief Ismail, Kamis (14/2/2019).

Politikus Nasdem itu menduga Prabowo Subianto punya motif kampanye terkait agenda salat jumat di Masjid tersebut. “Saya pikir penolakan di Jateng itu ada urusannya dengan kampanye sepertinya itu, dan itu enggak boleh,” kata Johnnykepada cnnindonesia dikutip AKURAT.CO.

Dia juga menduga Prabowo Subianto tak berniat untuk beribadah di Masjid tersebut dan menilai Prabowo Subiantomemiliki motif lain yang bernuansa politis sehingga takmir Masjid keberatan menerima Prabowo Subianto.

“Mungkin bukan untuk beribadah, barangkali untuk hal lain, dan undang-undang tak boleh memperbolehkan tempat ibadah untuk berkampanye dan itu jadi penolakan,” kata dia.

Johnny mengatakan tempat ibadah tidak seharusnya dijadikan tempat untuk berkampanye di Pemilihan Presiden 2019. “Undang-undang tak memperbolehkan, bukan hanya tempat ibadah, tapi sekolah tak boleh juga. Kalau ada calon yang pergi calon ke tempat ibadah ya ditolak,” kata dia.

Tak hanya itu, Johnny menyinggung banyaknya Purnawirawan Jendral Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang lebih mendukung Jokowi-Ma’ruf ketimbang Prabowo Subianto. Dia menyatakan para jenderal itu khawatir terhadap kondisi bangsa apabila Indonesia dipimpin oleh pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Karena ada kekhawatiran terkait arah bangsa, terkait pembangunan negara, terkait kesatuan negara, dan bisa saja penolakan prabowo itu ada kekhawatiran, itu,” ujarnya.[] akurat

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...