Tanggapi Pidato Jokowi pada Relawan, Andreas Hugo: Itu Kalimat Motivasi Bukan untuk Menghasut

388
Andreas Hugo

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira memberikan tanggapan atas pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menuai kontroversi.

Seperti diketahui sebelumnya, pidato itu terkait pernyataan ‘siap untuk berkelahi’ jika diajak oleh lawan politik.

Dilansir TribunWow.com, Andreas Hugo Pareira memberikan tanggapannya melalui program ‘Apa Kabar Indonesia Malam’ di tvOne, Minggu (5/8/2018).

Andreas menilai jika pro kontra adalah hal yang wajar dalam dinamika politik jelang Pilpres 2019.

Dirinya mengatakan banyak pihak yang berseberangan dengan Jokowi akan memanfaatkan arahan itu untuk kepentingan politik mereka.

“Memang kalau pihak yang berseberangan dengan Pak Jokowi di Pilpres, pasti mencari alasan untuk kemudian mengkritik apa yang Pak Jokowi sampaikan. Saya kira ini hal yang wajar dan biasa dalam dinamika,” kata Andreas.

“Cuma tinggal apakah yang dikritik itu cukup masuk akal atau tidak, pas dengan konteksnya atau tidak,” lanjut dia.

Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah cukup cerdas dalam menilai segala sesuatu termasuk arahan ‘berkelahi’ Jokowi kepada relawannya.

“Masyarakat bisa menilai bahwa mana yang kritikan yang konstruktif dengan dasar fakta-fakta yang ada atau sekedar asal kritik, asal bunyi ini akan kelihatan,” terang Andreas.

“Faktor tidak suka, faktor mencari poin dari kritikan tersebut saya kira ini bagian dalam dinamika hal yang wajar,” imbuh dia.

Kendati demikian, dirinya menegaskan poin penting dalam arahan itu untuk memberikan semangat kepada para relawan.

“Motivasi orang untuk tidak takut. Beliau memberikan semangat kepada relawannya, jangan takut, mundur tapi berani menghadapi berbagai situasi. Saya kira ini adalah kalimat motivasi bukan kalimat menghasut atau memprovokasi,” ungkap Andreas.

“Saya kira disini justru problemnya pada yang mengintrepretasi bukan pada Pak Jokowi yang menyampaikan itu,” tegas dia.

Simak video selengkapnya di bawah ini:

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada relawan di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Sabtu (4/8/2018).

Dalam arahannya, Jokowi meminta para relawan untuk melakukan kampanye dengan cara yang baik pada Pilpres 2019 mendatang.

Jokowi juga meminta relawan untuk tidak takut apabila mendapat serangan dari lawan politik.

“Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi, kalau diajak berantem juga berani,” kata Jokowi seperti dikutip dari Kompas.com.

Pernyataan Jokowi itu langsung membuat para relawan yang memadati ruangan acara bersorak dan berteriak heboh.

Jokowi membiarkan kehebohan berlangsung sekitar 15 detik sebelum ia kembali melanjutkan arahannya.

“Tapi jangan ngajak (berantem) loh. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut,” kata Jokowi lagi-lagi disambut antusias oleh para relawan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum kelompok relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi memastikan jajarannya siap untuk menjalankan arahan dari Presiden Joko Widodo.

Sesuai pesan Jokowi, menurut dia para relawan akan berkampanye dengan santun.

Namun, sesuai arahan Jokowi juga, para relawan akan melawan apabila diganggu oleh lawan politik.

“Tentu saja jika kita diajak berkelahi kita tidak akan menghindari. Kita adalah petarung-petarung,” ujar Budi. (TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)

tribunnews

 

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here