Tanggapi Kabar Romahurmuziy Kena OTT KPK, Sudjiwo Tedjo Singgung Reaksi 2 Kubu Berbeda: Mbosenin

394
Romahurmuziy

Kabar ditangkapnya Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencuri perhatian publik.

Romahurmuziy dikabarkan terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kantor Wilayah Kementrian Agama, Jawa Timur.

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan ditangkapnya Romahurmuziy.

Hanya saja, Agus Rahardjo belum menjelaskannya secara rinci.

Agus Rahardjo menjelaskan, KPK akan menentukan pihak yang diamankan dalam waktu 1 X 24 jam.

“Tunggu konferensi pers lanjutan di KPK nanti malam atau bersok pagi,” ujarnya seperti dilansir dari Kompas.com.

Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera juga membenarkan adanya OTT terhadap Romahurmuziy.

“Itu ranah KPK, coba tanya KPK,” katanya.

Kabar itu pun lantas menuai banyak tanggapan dari sejumlah tokoh politik.

Budayawan Sudjiwo Tedjo bahkan ikut menanggapi adanya kabar tersebut.

Sudjiwo Tedjo menyampaikan tanggapannya melalui akun Twitter pribadinya.

Dalam kicauanya, Sudjiwo Tedji menyinggung soal anggapan-anggapan yang bakal keluar dari para politisi.

Sudjiwo Tedjo meraba anggapan apa saja yang akan keluar dari kubu satu dengan kubu yang lain.

Kubu yang dimaksud Sudjiwo Tedjo tampak mengarah pada kontestasi Pilpres 2019.

Menurutnya, satu kubu akan beranggapan bahwa KPK tidak tebang pilih dalam melaksanakan tugasnya.

Sedangkan kubu lainnya akan beranggapan bahwa kubu lawan tida bersih.

“Mudah ditebak, abis ini gorangnya adalah

Satu kub: Tuuu kan, siapa bilang KPK tebang pilih? Kami support KPK.

Kubu yang lain: Ternyata kalian tak besih dari korupsi.

Mbosenin,” begitu tulis Sudjiwo Tedjo, Jumat (15/3/2019).

Kicauan Sudjiwo Tedjo, Jumat (15/3/2019). (Twitter Sudjiwo Tedjo)

Kantor Fraksi PPP di DPRI dikunci dan dijaga

Dikutip dari laman kompas.com dalam artikel:Romahurmuziy Ditangkap KPK, Kantornya di DPR Dikunci dan Dijaga, Kantor Fraksi Partai Persatuan Pembangunan di DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, sudah dijaga oleh pengamanan dalam, Jumat (15/3/2019).

Penjagaan dilakukan sejak kabar Ketua Umum PPP yang juga anggota DPR dari F-PPP Romahurmuziy terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pantauan Kompas.com, penjaga berdiri di depan pintu masuk ke ruang anggota fraksi PPP DPR RI.

Kantor Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dijaga setelah kabar penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Jumat (15/3/2019). ((KOMPAS.com/JESSI CARINA ))

Penjaga tersebut mengatakan, tidak ada pimpinan yang berada di kantor saat ini.

“Arahan dari atas berjaga-jaga kalau ada penyidik, jadi tidak boleh dimasuki dulu,” kata dia. Namun, penjaga tersebut mengatakan, pintu ruangan Rommy sudah terkunci.

Tanggapan Erick Thohir

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir meminta semua pihak untuk tidak mengaitkan penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahumuziy dengan Pemilihan Presiden 2019.

Meskipun, Romy, sapaan Romahurmuziy, merupakan wakil ketua TKN dan ketum partai pengusung Jokowi-Ma’ruf.

“Kan enggak ada hubungannya dengan Pilpres. Kecuali, mohon maaf, misalnya ada hubungan dengan pilpres, ya bisa. Tapi kalau urusan pribadi ya sulit,” ujar Erick di Jalan Situbondo, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Erick Thohir (Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com)

Erick mengatakan, harus dipisahkan antara kasus pribadi dengan kasus yang berkaitan dengan Pilpres.

Kasus hukum yang melibatkan Romy menjadi salah satu yang tidak bisa dikaitkan dengan Pilpres.

“Kan enggak bisa semuanya itu gara-gara pilpres, semua bicara pilpres. Ekonomi harus tetep berjalan, kehidupan masyarakat harus tetap berjalan, penegakan hukum harus tetap berjalan. Pemilu tuh lima tahun sekali, Indonesia ya musti jalan terus,” kata Erick. (TribunJakarta/Kompas.com)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.