Taliban Dan Tiongkok Quo Vadis Indonesia?

669
Perwakilan Taliban temui perwakilan China. Foto: Japantimes.

Taliban menang dan rezim Afghanistan pun berganti. Banyak penguasa diberbagai pemerintahan terkejut, termasuk di Indonesia. Kaum fundamentalis non Islam meradang, demikian pula Kelompok Neo Komunis termasuk kaum Nasionalis Bodong.

Nama Taliban memang momok kekerasan ala teroris yang terbangun akibat perang saudara hasil konflik perselisihan beberapa kelompok aliran Islam disana. Tapi fakta Taliban memenangkan pertempuran berdarahnya memberi makna lain tentang arti kemerdekaan Afghanistan.

Meski masa depan Afghanistan masih belum terlihat jelas arahnya, namun respon negara besar semacam Tiongkok yang segera membuka pintu kerjasamanya pastilah menjadi resonansi politik negara mitra di kawasan Asia termasuk Indonesia.

Pemerintah Indonesia semestinya mampu melihat peluang terobosan baru untuk membangun wajah baru politik luar negerinya yang mengintegrasikan situasi didalam negeri yang penuh friksi terhadap kelompok Islam tertentu namun berbasis massa yang kuat.

Pemerintah Indonesia mungkin akan mengikuti jejak Tiongkok yang tidak peduli masa lalu Taliban, yang penting masa depan bersama yang saling menguntungkan. Namun Taliban juga mungkin akan melihat sikap pemerintahan Jokowi terhadap kelompok Islam dalam negeri yang dimusuhinya.

Maka rekonsiliasi pemerintah dan Islam progresif akan menjadi indikator ‘to be or not to be’ bagi hubungan bilateral Indonesia dengan Afghanistan ke depannya. Persoalannya Indonesia adalah negara dengan rakyat beragama Islam terbesar didunia yang semestinya bisa menjadi ‘saudara tua’ bagi sesama kaum Islam di dunia.

Sementara itu Tiongkok adalah barometer politik dunia meski masih dibawah Amerika dan beberapa Negara Barat dan Indonesia selama tahun-tahun terakhir ini terkesan condong pro Tiongkok dan tidak mengakui eksistensi Taliban mengingat kekerasan dimasa peperangan bertahun-tahun disana.

Fenomena kontradiktif ini tentunya sedikit banyak membuat pemerintahan presiden Jokowi menjadi gamang atau mungkin sedikit kalut. Akankah ada quo vadis Indonesia atas Taliban dan Tiongkok ? ‘Wait n see’…

Adian Radiatus

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here