Tahun Ini, Jepang Akan Bangun Sentra Perikanan di Natuna

160

 JAKARTA – Jepang akan membangun sentra kelautan dan perikanan terpadu di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, tahun ini.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan setelah bertemu dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii.

“Tahun ini (realisasinya). Sudah ada time table-nya semua. Kita bisa mulai produksi sampai segala macam itu akhir 2021,” katanya.

Terkait pertemuan dengan Dubes Ishii, Luhut menjelaskan hal yang dibahas mengenai rencana kerja sama dan investasi negeri Sakura di Indonesia.

“Dia (Jepang) ingin masuk lebih banyak di Indonesia, seperti hydropower, mereka juga ingin masuk,” tambahnya.

Sementara itu, Dubes Ishii menuturkan investasi Jepang di Indonesia cukup besar, bahkan nilainya mencapai 4,1 miliar dolar AS pada 2019.

“Saya rasa perusahaan Jepang sangat senang berinvestasi di Indonesia. Saya harap kondisinya membaik dengan Omnibus Law yang sedang dibicarakan itu,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu ke Jakarta, Pemerintah Indonesia mendorong Jepang untuk meningkatkan investasi di pulau-pulau terluar termasuk Natuna.

Kedua negara pun sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di pulau-pulau terluar, termasuk di Natuna.

Indonesia mengharapkan agar SKPT fase kedua dapat ditindaklanjuti, kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi usai melakukan Dialog Strategis ke-7 dengan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu.

Tahun lalu, Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) menghibahkan dana senilai 2,5 miliar yen atau sekitar Rp 324 miliar untuk pengembangan enam SKPT di pulau-pulau terluar di Indonesia, salah satunya di Natuna.

(ant/jpnn/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...