Tabloid Indonesia Barokah, Fadli Zon: Kepolisian Kan Ada Kecenderungan Membela

176
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon

JAKARTA – Polemik tabloid Indonesia Barokah terus meluas dan makin memanas. Dari mulanya ditemukan di Jawa Barat, kini sudah beredar di Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mendesak pihak kepolisian untuk mengusut dalang di balik beredarnya Tabloid Indonesia Barokah.

Fadli menegaskan, peredaran tabloid yang disebut-sebut mendekreditkan Prabowo-Sandi itu harus mendapatkan perlakuan sama selayaknya kasus tabloid Obor Rakyat.

“Jangan diskriminatif. Termasuk pernyataan pihak kepolisian kan ada kecenderungan membela,” kata Fadli di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (27/1).

Menurutnya, dengan tindakan kepolisian seperti demikian akan menjadi bumerang bagi korps Bhayangkara itu sendir.

“Ini kan merugikan pihak kepolisian sendiri. Mbok ya netral dulu, liat dan selidiki,” lanjutnya.

Wakil Ketua DPR RI ini mengungkapkan, pengusutan dalang di balik pelaku penyebaran Tabloid Indonesia Barokah dinilainya mudah.

Apalagi, media itu juga mencantumkan alamat dari percetakan mereka.

“Gampang kok itu, tinggal dicari aja percetakannnya dimana. Kan sudah jelas tabloid itu palsu, menggunakan alamat palsu, bukan bagian dari pers. Ini merugikan pers,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fadli meminta kepolisian untuk menindaklanjuti evaluasi yang diberikan oleh dewan pers soal tabloid dimaksud.

Dia meyakini jika pengungkapan masalah ini ditangani serius, bakal selesai dalam waktu dua jam saja.

“Nah sekarang bareskrim harus mengusut itu, kalau mengusut menurut saya dua jam juga selesai itu. Pasti diketahui siapa otak dibelakangnya, dimana percetakannya. Dua jam lah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyebut tabloid Indonesia Barokah menjadi bukti bahwa Prabowo-Sandi adalah korban nyata hoax dan fitnah.

Ia juga menyebut tabloid yang awal kali muncul di Jawa Barat itu sama sekali tak layak disebut produk jurnalistik apalagi media massa profesional.

“Itu warta berita liar, asal usulnya tak tahu. Dewan pers juga tidak kenal,” ujar Hashim di Gedung Bhayangkari, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (27/1).

Hashim menyebutkan isi tabloid tidak lebih dari upaya penyebaran kabar bohong atau hoax yang sengaja dibuat untuk memojokkan Prabowo-Sandi.

“Ini tabloid liar, ini penyebaran hoax dan Prabowo-Sandi adalah korban nyata dari hoax dan berita palsu,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Hashim, tim BPN menggandeng aparat kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencari siapa orang-orang di balik terbit dan beredarnya tabloid itu.

“Kita akan usut siapa yang dibelakang itu,” tegas Hashim.

(jpg/ruh/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here