Syarikat Islam Minta Pelaku Penembakan di Masjid New Zealand Dihukum Berat

250
Hamdan Zoelva

Jakarta – Organisasi Syarikat Islam mengecam peristiwa penembakan brutal yang terjadi di masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru (New Zealand). Syarikat Islam meminta agar pelaku–yang mengaku bernama Brenton Tarrant–dihukum seberat mungkin.

“Syarikat lslam ikut prihatin atas kejadian yang menimpa negara dan masyarakat Selandia Baru dan meminta kepada pihak otoritas Selandia Baru agar melakukan proses hukum dan menjatuhkan hukuman berat terhadap pelaku penembakan brutal di kedua masjid tersebut,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Syarikat Islam Hamdan Zoelva dalam keterangan tertulis, Jumat (15/3/2019).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengimbau kepada umat Islam di Indonesia tetap tenang dan tidak terprovokasi. Ia berharap peristiwa serupa tidak terjadi di Tanah Air.

“Mengimbau kepada umat lslam di Indonesia untuk tetap tenang, tidak terprovokasi dengan melakukan tindakan yang sama, serta menjaga kedamaian dan kehidupan yang harmonis antarumat beragama di Indonesia,” kata Hamdan.

Sejauh ini, ada 49 korban tewas akibat penembakan itu. Salah seorang pelaku penembakan brutal di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru, sempat menayangkan aksi brutalnya via layanan live streaming di internet. Video live streaming berdurasi 17 menit itu telah dihapus dari internet oleh otoritas terkait.

Seperti dilansir media lokal Selandia Baru, The New Zealand Herald, Jumat (15/3/2019), dalam live streaming itu, pelaku menyebut namanya sebagai Brenton Tarrant. Nama itu mengarah pada seorang pria kulit putih berusia 28 tahun kelahiran Australia. Dua warga negara Indonesia juga menjadi korban dan sedang dalam keadaan kritis.
(dkp/haf) detik

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here