Survei buktikan PDIP masih jadi partai idola rakyat hingga kini

281
Megawati Soekarnoputri.

Survei terbaru menyebut kalau Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga kini masih jadi partai dengan elektabilitas tertinggi di Tanah Air.

Meski namanya belakangan ramai menjadi bahan pemberitaan, hingga dikaitkan dengan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), tetapi partai pemenang pemilu dua kali berturut-turut itu di atas survei ternyata memang terus menguat.

Terbaru seperti yang disampaikan Direktur Eksekutif New Indonesia Research and Consulting, Andreas Nuryono, dalam keterangannya disitat Antara, Minggu 28 Juni 2020.

Menurut survei yang mereka lakukan, elektabilitas PDIP kini bahkan meninggat menjadi 29,3 persen. Sekadar catatan, pada 2019 lalu, PDIP sukses jadi partai pemenang di Indonesia dengan raihan 19,3 persen.

“Elektabilitas PDIP masih tertinggi dan meningkat hingga 29,3 persen. Hal ini membuktikan bahwa PDIP masih kokoh berada di puncak,” katanya.

Massa PDIP lakukan aksi. Foto: Antara.
Massa PDIP lakukan aksi. Foto: Antara.

Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu pun kini mencatatkan rekor, karena jadi partai pertama yang sudah tiga kali menang sepanjang pasca reformasi digelar. Survei New Indonesia Research & Consulting sendiri dilakukan pada 8-18 Juni 2020, dengan jumlah responden 1.200 orang.

Metode survei dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden survei sebelumnya yang dipilih secara acak. Margin of error survei sebesar 2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Peta partai politik

Sementara terkait peta partai politik, Andreas mengatakan tidak terlalu jauh berbeda dari perolehan suara hasil Pemilu 2019. Di mana Gerindra dan Golkar masih di posisi kedua dan ketiga dengan masing-masing mengantongi hasil survei 12,5 persen dan 9,7 persen.

Golkar terlihat menurun, karena sebelumnya mengantongi 12 persenan, terpaut tipis dengan Gerindra.

Di posisi papan tengah ada PKB (6,8 persen), PKS (5,5 persen), PSI (4,2 persen), Nasdem (4,1 persen), Demokrat (3,8 persen), PPP (2,4 persen), dan PAN (1,6 persen).

Dalam Pemilu 2019 perolehan suara PKB 9,7 persen, PKS 8,2 persen, PSI 1,9 persen, Nasdem 9,1 persen, Demokrat 7,8 persen, PPP 4,3 persen, dan PAN 6,8 persen.

“Dibandingkan hasil Pemilu 2019, hanya PDIP dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengalami kenaikan elektabilitas,” ujar Andreas.

Padahal dari hasil perolehan suara sebelumnya PSI tidak bisa memiliki wakil di Senayan. Kata Andreas, kinerja PSI di tingkat DPRD terbukti efektif sebagaimana PDIP di tingkat nasional.

Di deretan papan bawah ada Perindo (0,9 persen), Berkarya (0,7 persen), Hanura (0,3 persen), PBB (0,2 persen), PKPI (0,1 persen), dan Garuda (0,1 persen). Dalam Pemilu 2019 perolehan suara Perindo 2,7 persen, Berkarya 2,1 persen, Hanura 1,5 persen, PBB 0,8 persen, PKPI 0,2 persen, dan Garuda 0,5 persen.

Sisanya masih ada 17,1 persen yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

PDIP akan berkuasa lagi di 2024?

Catatan tinggi survei PDIP memang sudah diprediksi sejumlah pihak. Survei Indo Barometer bahkan juga sempat memprediksi kalau PDIP diperkirakan masih tetap jadi partai dengan suara terbanyak di Indonesia.

Bukan cuma itu, bahkan, Indo Barometer menyebut kalau PDIP diprediksi bakal jadi partai pemenang pemilu di 2024.

Seperti yang disampaikan dalam hasil survei yang dilakukan oleh Indo Barometer pada 9-15 Januari 2020.

PDI Perjuangan
PDI Perjuangan. Foto Instagram @pdiperjuangan

“Saya melihat PDIP berpeluang mencetak sejarah demokrasi di Indonesia dengan menjuarai Pileg 2024. Sebelumnya, PDIP menjadi pemenang Pemilu 2014 dan 2019.” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, di Jakarta, Februari 2020 lalu.

Berdasarkan simulasi terhadap 16 partai politik yang mendapat dukungan dari masyarakat, PDIP ketika itu unggul dengan angka 24,8 persen, disusul Gerindra 14,8 persen, Golkar 8,11 persen.

Menurutnya, ada lima alasan utama publik memilih partai politik, di antaranya kerja partai bermanfaat untuk masyarakat (20,6 persen), suka dengan tokoh atau kader partai (20,4 persen), partai pilihan sejak dulu (17,8 persen), dekat dengan rakyat (7,3 persen), dan sesuai hati nurani (6,8 persen).

Menurut dia, hasil survei menjadi peringatan bagi partai baru yang akan bertarung pada Pemilu 2024.

“Tampaknya partai-partai baru akan sulit masuk DPR, buktinya Pemilu 2019 partai baru tidak ada perwakilan di DPR, bahkan partai lama ada yang tidak masuk seperti Hanura,” ujarnya.

Lantas, akankah PDIP kembali berkuasa di 2024? Kita tunggu fakta sejarah.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...