Surat Rujukan Beredar, Virus Corona Masuk Bandung, RSHS Minta Masyarakat Jangan Panik

2194
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sudah mempersiapkan ruang isolasi khusus untuk pasien suspect virus Corona. Foto RSHS

BANDUNG – Sebuah foto surat rujukan pasien suspect virus Corona yang diterima Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung beredar di media sosial.

Dalam surat itu, disebutkan bahwa pasien suspect Corona itu adalah pasien rujukan dari Rumah Sakit Kawaluyan, Kabupaten Bandung Barat.

Pasien tersebut dirujuk ke RSHS pada Minggu, (26/1/2020) siang.

Disebutkan, pasien adalah warga negara China berusia 31 tahun dan baru kembali ke Indonesia dari negaranya.

Kasubbag Humas RSHS Bandung Renny Meisuburryani pun tak menampik kebenaran surat rujukan suspect Corona yang beredar itu.

Surat rujukan pasien suspect Corona dari Rumah Sakit Kamulayan ke RSHS Bandung

Saat ini, pasien yang tak dijelaskan identitasnya itu sedang menjalani perawatan intensif di Ruang Infeksi Khusus Kemuning (RIKK).

“Benar, kami telah menerima (pasien) suspect virus Corona dari Rumah Sakit Kawulyan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (26/1) malam.

Sayangnya, pihaknya masih enggan memberikan keterangan lebih lajut perihal tersebut.

“Untuk lebih jelasnya, besok (Senin 27/1) Bu Dirut akan memberikan keterangan (pers),” tuturnya.

Sementara, melalui akun Facebook-nya, RSHS Bandung juga telah memberikan keterangan singkat perihal tersebut.

Pemberitaan tentang keberadaan suspect Corona WN China itu sudah menyebar kemana-mana.

“Hal ini menyebabkan keresahan di masyarakat,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Kendati demikian, pihaknya memint masyarakat tidak panik.

“Masyarakat tidak panik, pasien-pasien tersebut masih dalam pemeriksaan para ahli,” imbauna.

Rencanaya, RSHS akan menggelar konferensi pers pada Senin (27/1).

“Agar tidak berkembang menjadi informasi yang salah (hoax),”

“Terima kasih, tetap jaga kesehatan dengan perilaku hidup bersih dan sehat yaa,” tutup pernyataan tersebut.

Suspect Coroba di Jambi Negatif

Sebelumnya, kabar serupa juga datang dari RSUD Raden Mattaher Jambi yang disebut merawat seorang WNI diduga terjangkit Corona.

WNI tersebut sebelumnya juga melakukan perjalanan ke Wuhan, China.

Yang bersangkutan sebelumnya mengeluhkan batuk dan pilek pada Sabtu (25/1) malam.

Diduga, pasien tersebut terjangkit corona jenis 2019-nCoV.

Hal itu diperkuat dengan adanya tulisan ‘Dilarang lewat selain petugas. Isolasi Virus Corona’ di tempat pasien tersebut dirawat.

Adanya WNI suspect Corona itu dibenarkan Wakil Direktur Pelayanan dan Keparawatan RSUD Raden Mattaher, dr Dewi Lestari.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan belum bisa dipastikan pasien tersebut terjangkit Corona.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyatakan pasien tersebut hanyalah menderita influenza dan selebihnya aman.

“Influenza dan gejala penyertanya,” ujar Karokom Kemenkes, drg Widyawati kepada RMOL, Minggu (26/1).

RSUD Dr Soetomo Membantah

Di sisi lain, RSUD Dr Soetomo Surabaya membantah bahwa WN China yang saat ini dirawat intensif adalah suspect Corona.

“Warga China yang bekerja di Surabaya sebagai guru privat bahasa mandarin tersebut, hanya menderita bronkitis,” ujar Kepala Humas RSUD Dr Soetomo, dr Pesta Parulian, Minggu (26/1/2020).

Pesta menyatakan, berdasarkan pemeriksaan, yang bersangkutan menderita bronkitis.

“Indikasi bronkitis dilihat dari hasil analisa awal batuk yang dideritanya,” terangnya.

WNA tersebut, sambungnya, sudah berada di Surabaya sejak 5 Januari 2020 dan baru batuk-batuk sepekan lalu.

“Jadi sudah lebih dari 14 hari,” katanya.

Ia menjelaskan, kriteria pasien berisiko Corona itu adalah mereka yang tiba di Indonesia di bawah 14 hari.

Kendati demikian, pihaknya tetap mengupayakan untuk merawat WN China itu agar bisa terus memantau kondisinya.

“Karena WNA ini tinggal sendirian di Surabaya,” tutur Pesta.

Kabar adanya WN China di Surabaya yang diduga terjangkit Corona itu kali pertama diungkap Muhaimin Iskandar.

Melalui akun Twitter pribadinya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengungkap ada seorang WN China dirawat di RSUD Dr Soetomo.

“Ada kabar WA di rsds (RS dr Soetomo) Surabaya, seorang WNA terkena, tolong dicek apa benar?” cuit Cak Imin, Minggu (26/1).

(ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...