Sumpahi koruptor bansos dan difabel, Tengku Zul: Semoga badannya busuk dan berulat

153
KPK Akan Telusuri Dugaan Keterlibatan Gibran Dalam Korupsi Bansos Covid-19

Kemarin Mantan Wakil Sekjen MUI, Tengku Zulkarnain (Tengku Zul) rajin mencuit soal korupsi Bantuan Sosial (Bansos) yang dikorupsi mantan Menteri Sosial Juliari Batubara.

Lewat laman twitternya, pria yang kerap disapa Tengku Zul ini ikut berkomentar soal sosok yang berkomplot dengan Juliari untuk mencuri dana Bansos.

Ustaz Tengkuzulkarnain
Ustaz Tengku Zulkarnain. Foto Instagram @tengkuzulkarnain.id

Tak lama berselang, Tengku Zul kembali memposting ujarannya. Bernada kesal, ia mendoakan para koruptor agar diberi hidayah sebelum meninggal.

Selain itu ia juga berdoa agar para koruptor tersebut segeran diberikan azab yang pedih oleh Tuhan. Sebab, mereka telah mengkhianati amanah dan mengambil uang yang menjadi hak rakyat.

“Ya Allah jika ada para pembesar negara ini yang paling uang rakyat dan mengkhianati amanah, berilah hidayah agar mereka tobat sebelum mati,” cuit Tengku Zul dalam akun Twitter pribadinya @ustadtengkuzul, Kamis 21 Januari 2021.

Tak hanya itu, Tengku Zul juga berdoa apabila mereka tidak bisa dapat hidayah, maka badan para koruptor bau busuk dan berulat.

“Jika mereka memang tidak mungkin dapat hidayah, maka azablah dengan azab yang pedih, badannya busuk, bau, berulat biar jadi pelajaran bagi rakyat. Amin,” lanjutnya.

Sebelumnya, Tengku Zul menyinggung soal kasus korupsi bansos. Dirinya menantang KPK untuk membongkar kasus tersebut.

Korupsi bansos difabel

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini tengah menelusuri adanya sejumlah bantuan lain yang juga dikerjakan oleh Kemensos seperti bansos PKH dan difabel.

https://www.suara.com/“Kalau memang sebagai informasi yang bagus ya kami padukan, kami cari. Karena memang di program bansos itu banyak sekali, bukan hanya difabel, PKH dan lain-lain,” kata Deputi Bidang Penindakan KPK, Karyoto dilansir laman Suara.

Lebih lanjut Karyoto tak memungkiri dari sejumlah penggeledahan dalam kasus korupsi bansos corona, turut ditemukan sejumlah bukti proyek lain yang juga dikerjakan oleh Kemensos.

Juliari Batubara. Foto: Antara
Juliari Batubara. Foto: Antara

“Prinsipnya memang kemarin dari penggeledahan ada beberapa yang mesti dipelajari,” ucap Karyoto.

Sebelumnya, mantan Mensos Juliari Batubara diduga mendapatkan jatah atau fee sebesar Rp10 ribu per paket bansos hingga mencapai total Rp17 miliar.

Sebanyak Rp8,1 miliar diduga telah mengalir ke kantong politisi PDI Perjuangan itu.

Juliari juga dijanjikan akan mendapatkan jatah selanjutnya sebesar Rp 8,8 miliar pada pengadaan bansos periode kedua.

KPK turut menetapkan dua pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial, yakni Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW), sebagai tersangka penerima suap.

Sedangkan pemberi suap adalah pihak swasta bernama Ardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan barang bukti berupa uang mencapai Rp14,5 miliar berupa mata uang rupiah dan mata uang asing.

Masing-masing sejumlah ekitar Rp11, 9 miliar, sekitar USD171,085 (setara Rp2,420 miliar) dan sekitar SGD 23.000 (setara Rp243 juta).

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...