Sumbangan Rp2 T Akidi Tio Masih Belum Jelas, Netizen Ungkit Lagi soal Rp11.000 T hingga Trending

405

Baru-baru ini satu Indonesia heboh dengan sumbangan Rp2 Triliun yang diberikan oleh almarhum Akidi Tio melalui keluarga besarnya untuk penanganan Covid-19 dan kesehatan di Palembang, Sumatera Selatan.

Sumbangan tersebut bahkan diserahkan dengan seremonial resmi. Dihadiri Kapolda dan Gubernur Sumatera Selatan, Senin 26 Juli 2021.

Namun, uang tersebut belum ada kejelasan. Anak Akidi Tio, Heriyanti ditetapkan sebagai tersangka dijerat kasus penghinaan terhadap negara.

Kemudian sumbangan Rp2 triliun itu disebut-sebut prank. Pasalnya, saat pertama kali mendengar kabar ada yang menyumbang Rp2 triliun oleh seseorang yang tak banyak dikenal, publik acungi jempol.

Pengacara kondang seperti Hotman Paris pun menyebut pahlawan sejati kalahkan Bill Gates jika benar menyumbang.

Terkini, polisi menyebut bukan prank.

“Tidak ada prank. Pada hari ini, ibu Heriyanti kita undang ke Polda. Perlu digarisbawahi, kita undang bukan kita tangkap. Kita undang untuk datang ke Polda untuk memberikan klarifikasi terkait penyerahan dana Rp 2 triliun melalui bilyet giro,” kata Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Supriadi, Senin 2 Agustus 2021.

Terpisah, di media sosial ramai membahas soal ini. Netizen kembali mengungkit uang Rp11.000 triliun yang beberapa waktu lalu sempat dikatakan Presiden Jokowi.

“Uang banyak sekali di luar. Data di saya ada, di Kemenkeu ada. Di situ dihitung ada 11 ribu triliun yang disimpan di luar. Di kantong saya beda lagi, lebih banyak,” kata Presiden Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin 1 Agustus 2016.

Bahkan, topik 11.000 T menjadi trending topik di Twitter.

“Yang 11.000 T……p hji?itu mah prank sepanjang sejarah perjuangan bangsa,” gurau netizen @prayogie03 dikutip Selasa, 3 Agustus 2021.

“Prank 11.000 T bagaimana kejelasannya sampe sekarang? Apakah termasuk unsur penghinaan negara? Kapan Polisi akan periksa orang tersebut?” tanya netizen @hero_twenty.

“Pak yang 11.000 T kapan di keluarkan dari kantong? kan lumayan bisa buat pendanaan saat PPKM molor seperti karet…. #berTanya,” imbuh @alf_iyan.

“Prank 2 T mungkin maksudnya satir, cuma mengingatkan kita pd 11.000 T,” timpal @kertaningnaga.

Soal uang Rp11.000 triliun Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutnya sebagai disinformasi.

Dilansir dari laman Komifo, klaim bahwa Pemerintahan Jokowi memiliki dan menyimpan uang Rp11.000 triliun di luar negeri adalah salah.

“Faktanya, hal tersebut merupakan data tentang nilai aset sejumlah WNI secara perorangan atau bukan, di luar negeri. Jika ditelisik lebih lanjut, Presiden Jokowi memang pernah menyinggung soal Rp. 11 ribu Triliun. Ia mengklaim mengantongi data tersebut,” tulisnya seperti dilihat laman Kominfo.

Staf Khusus Bidang Komunikasi Strategis Kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo menjelaskan duduk perkara Rp 11 ribu Triliun. Ia mengatakan hal tersebut merupakan data aset yang dimiliki WNI di luar negeri.

Kesimpulannya, Kominfo menyebut terkait Rp11.000 triliun itu adalah disinformasi. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here