Sultan Brunei : Hukum Tegas ke LGBT Untuk Melindungi Warga

332

Bandar Seri Begawan — Brunei akan menerapkan aturan hukum syariat Islam kepada para pelaku seks menyimpang pada Rabu, 3 April besok. Kebijakan itu juga akan berlaku pada kaum non Muslim yang berada di negara tersebut.

“Hukum ini, selain mengkriminalkan dan menghalangi tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam, juga bertujuan untuk mendidik, menghormati, dan melindungi hak-hak yang sah dari semua individu, masyarakat, dari setiap agama dan ras,” sebut pernyataan kantor Sultan sekaligus Perdana Menteri Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, seperti dilansir Reuters, Selasa (2/4).

Hukum tegas tersebut akan berlaku bagi mereka yang memiliki perilaku seks menyimpang, seperti sodomi, perzinahan, pemerkosaan. Bagi mereka yang terbukti bersalah akan diancam dengan hukuman rajam dan cambuk hingga mati, sama dengan pelaku pembunuhan.

Kesultanan Brunei Darussalam mempunyai alasan kuat untuk menerapkan hukum cambuk hingga rajam sampai mati terhadap kaum penyuka sesama jenis atau lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Karenanya mereka tidak bergeming meski berbagai protes dan hujatan diterima, termasuk dari PBB.

Aturan ini memicu protes terutama dari negara Barat seperti Amerika Serikat dan Eropa. “Merajam orang sampai mati karena homoseksualitas dan perzinahan itu mengerikan dan tidak bermoral,” ucap mantan wakil Presiden AS, Joe Biden, melalui akun Twitternya.

Begitu juga dengan aktor Hollywood George Clooney, yang menyerukan pemboikotan hotel-hotel mewah milik the Brunei Investment Company, seperti Beverly Hills Hotel, Dorchester di London, dan Plaza Athenee di Paris.(EPJ)indonesiainside

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...