Suara PDIP bakal merosot, Puan Maharani cuma jadi Teh botol Sosro

270
Puan Maharani dan Presiden Jokowi /tempo.

Kondisi dilema sedang dialami PDIP yang saat ini masih terus mengusung Puan Maharani sebagai calon Presiden. Hal tersebut dinilai akan membuat suara partai berlambang banteng moncong putih merosot.

Terlebih jika PDIP hanya menjadikan Puan sebagai wakil presiden berdampingan dengan kader partai politik lain.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menanggapi survei Citra Opini Polling Study (COPS), merosotnya suara PDI Perjuangan di Pilpres 2024 nanti akan benar-benar kenyataan jika memaksakan mencalonkan Puan Maharani sebagai calon presiden.

Lebih-lebih jika ketua DPR RI itu hanya dijadikan “teh botol Sosro” atau calon wakil presiden yang mendampingi kader dari partai politik lain.

Puan Maharani bersama Jokowi. Foto: Tempo
Puan Maharani bersama Jokowi. Foto: Tempo

Bahkan menurut Arbi, posisi PDIP merosot tajam di banding Pilpres 2019, dari 19,33 persen menjadi 14,2 persen.

“Saya kira sulit kalau Puan tetap dipaksakan sebagai capres pada 2024,” ungkapnya seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Minggu 22 Agutus 2021.

Puan gencar promosi Baleho lupa tugas Ketua DPR RI

Kondisi berbeda juga dikritisi Arbi yang menilai banyaknya baleho yang terpampang dan kampanye yang dilakukan Puan hampir di banyak wilayah daerah.

Sayangnya tugas partai yang dilakukannya, justru telah melupakan tugasnya sebagai ketua DPR RI.

Akibatnya, kini masyarakat menyalurkan suara mereka bukan lagi lewat DPR, melainkan melalui gambar-gambar dinding atau mural.

“Rakyat ambil alih tugas dengan bikin mural. Mural 404: Not Found itu bentuk kritikan dan rakyat ambil alih tugas DPR,” jelasnya.

Padahal sambung Muslim, di tengah pandemi Covid-19, rakyat tidak tertarik dengan baliho-baliho para tokoh yang memikirkan kepentingan Pilpres 2024.

Puan Maharani open BO
Puan Maharani open BO Foto: Ist

“Dan ini bisa berakibat kekalahan Puan sebagai Capres ataupun Cawapres. Dan bisa jadi baliho kampanye premature ini, ekspresikan agar Jokowi segera diganti,” pungkas Muslim.

PDIP elus Jokowi demi Puan Maharani

Justru kritikan kepada pemerintah terhadap penanganan covid-19 juga dilakukan oleh Puan Maharani dinilai sarat dengan muatan agenda politik.

“Upaya PDIP mengkritik Jokowi pun tak menghasilkan simpati dari kontra pemerintah. Sehingga Megawati mengarahkan haluan untuk kembali solid bersama Jokowi,” kata Dedi.

Lebih jelas Dedi mengungkap, jika manuver politik PDIP yang dilakukan Megawati tersebut bertujuan untuk mendapatkan dukungan Jokowi pada Puan Maharani di Pemilihan presiden 2024 mendatang.

Megawati dan Jokowi
Megawati dan Jokowi. Foto Instagram @puanmaharani

Bahkan Megawati memiliki rencana untuk kembali menarik Jokowi agar mengikuti keputusan partai, dan secara politik arahnya dukungan untuk Puan.

“Sederhananya, ada upaya Megawati untuk kembali menarik Jokowi agar mengikuti keputusan partai, dan secara politik arahnya dukungan untuk Puan,” demikian Dedi Kurnia.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku sedih, banyak yang menjelek-jelekkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here