Strategi Menangkan 01 Terungkap di Grup WA Polisi

1199
Dedi Prasetyo

JAKARTA – Chat di grup WA (WhatsApp) Pilpres 2019 yang diduga grup WA polisi menjadi perbincangan ramai di media sosial.

Chat di grup WA Pilpres 2019 itu bocor ke publik. Orang yang membocorkan chat itu diduga anggota grup yang telah dikeluarkan dari grup tersebut.

Grup WA itu memiliki 43 peserta, mulai dari kapolsek hingga kapolres. Grup tersebut menjadi perbincangan lantaran para anggotanya mendukung capres 01.

Di grup itu, seorang perwira polisi, Iptu An membeberkan strategi untuk memenangkan pasangan 01.

“Mohon ijin komandan, para Kapolsek agar langkah Kapolsek Asakota diikuti, untuk meminimalisir celah pihak tetangga untuk cipkon di daerah kita,” tulis Iptu An.

Ia meminta para kapolsek memerintahkan bhabinkamtibmasnya untuk bersinergi dengan babinsa dan terus merapat, sehingga meminimalkan celah konflik dari efek cipkon (cipta kondisi).

Para kapolsek juga diminta untuk mengarahkan intel polsek bersinergi dengan intel danramil dalam menjaga situasi.

“Selain dari pada itu, dimohon para kapolsek mencari tokoh masyarakat yang mempunyai massa paling banyak, per desa. Untuk dilakukan gal (penggalangan) oleh Kapolsek dan Bhabinkamtibmasnya. 1 orang, 1 desa, 1 Bhabinkamtibmas,” katanya.

Saat melakukan penggalangan, kata dia, jangan melibatkan pihak sebelah (kubu Prabowo). Hal itu penting untuk mendapatkan hasil penggalangan tertutup.

Cara bertindaknya, lanjut dia, jangan langsung mengajak memilih 01. Tetapi diajak ngobrol terkait kehebatan dan prestasi pemerintah sekarang.

“Setelah terpengaruh obrolan kita, baru diajak berdiskusi untuk menyukuri pemerintahan kita yang sekarang,” tandas Iptu An.

“Terus pengaruhi sampai mereka sendiri yang memutuskan mereka akan memilih 01,” tandasnya.

Selain Iptu An, chat perwira polisi, AKBP EA di grup itu juga menjadi perbincangan. AKBP EA yang menjabat Kapolres di salah satu daerah mengancam para kapolsek yang ada di wilayah kekuasannya.

AKBP EA menegaskan, para kapolsek akan dievaluasi jika di wilayahnya pasangan 01 kalah.

“Kapolsek yang wilayahnya kalah akan dievaluasi oleh kapolda. Ini serius. Jadi tolong dukungannya secara ikhlas dan sadar diri karena kita berjuang untuk institusi brarti juga memperjuangkan nasib kita sendiri. Target minimal 60%,” tulis AKBP EA.

AKBP EA juga memerintahkan agar para kapolsek untuk memasang baliho di setiap desa dan keluarahan.

“Para kapolsek tolong agar buat baliho 01 di tiap-tiap desa/keluarhan. Minimal 1 baliho per desa/kelurahan. Dan kirim laporannya di group ini. Trims,” imbuhnya.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta agar pihak terkait menyelidiki chat yang diduga melibatkan anggota Polri tersebut.

“Agar pihak2 terkait, berkewenangan, peduli dg legitimasi Pemilu, sgra selidiki, klarifikasi dan koreksi,” kata Hidayat di akun Twitter pribadinya, Jumat (29/3/2019).

“Apalagi sudah ada telegram Kapolri yg perintahkan kpd seluruh jajaran Polri unt bersikap dan berprilaku netral, dan tidak memihak kpd salahsatu pasangan, dlm bentuk apapun,” tandas Hidayat.

Chat Grup WA Pilpres 2019 1

Menanggapi hal itu, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan, jika terbukti benar, maka Polri tidak akan mentoleransi anggotanya yang tidak netral.

“Kita akan cek kebenaran isu tersebut, dan bila terbukti benar ada oknum anggota Polri yang terlibat sesuai dengan fakta hukum pasti akan ada tindakan tegas Propam Polda dan akan diawasi oleh Div Propam Polri sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” kata Brigjen Dedi di kantornya, Jakarta, Jumat (29/3).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini mengungkapkan, netralitas Polri sudah final sesuai dengan Pasal 28 UU 2/2002 Polri ditambah surat telegram (TR) Kapolri nomor STR/126/III/OPS.1.1.1./2019 tanggal 18 Maret 2019.

“Bahwa netralitas Polri dalam kontestasi Pemilu 2019 sudah final sesuai Pasal 28 UU 2/2002 dan beberapa TR arahan langsung dari pimpinan Polri untuk seluruh anggota Polri harus menjaga netralitas,” pungkas Brigjen Dedi.

(one/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here