Soal Ruang ICU, Susi Pudjiastuti ke Saleh Daulay: Kalau Deket Pangandaran Udah Ditenggelemin

206
Susi Pudjiastuti/ Kompas TV

Susi Pudjiastuti mengomentari soal Ketua Fraksi PAN, Saleh Daulay yang menyebut tak ingin mendengar lagi ada anggota DPR tak dapat ruang Intensive Care Unit (ICU) jika terpapar Covid-19.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu mengatakan bahwa andai saja Saleh Daulay tinggal di dekat Pangandaran, maka sudah ia tenggelamkan.

Hal itu ia katakan sebagai respons terhadap cuitan Allisa Wahid yang bertanya apakah yang mengatakan soal ICU itu adalah politisi dari PAN.

“Ya Mbak. Aku sudah tweet tadi jawabannya. Kalau deket di Pangandaran udah ditenggelemin,” jawab Susi melalui akun Susipudjiastuti pada Rabu, 14 Juli 2021.

Dalam cuitannya yang lain, Susi juga mengingatkan Saleh Daulay agar tidak berpikir bahwa hanya Wakil Rakyat saja yang penting.

“Pak Ketua Fraksi PAN; Rakyat biasa, saudara, kawan, handai taulan saya ada yg meninggal, isoman dan kritis, berjuang dan bertarung dengan Covid,” kata Susi.

“Stop berpikir hanya wakil rakyat saja yang penting. Anda sebagai wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat selama ini ke mana?? Semua orang itu penting!” tegasnya.

Adapun Saleh Daulay sebelumnya meminta Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin untuk menyiapkan fasilitas kesehatan agar mampu menghadapi skenario terburuk pandemi Covid-19.

“Saya tidak mau lagi misalnya mendengar ada anggota DPR yang tidak mendapat tempat di ICU seperti yang dialami oleh anggota Fraksi PAN saudaraku John Siffy Mirin, anggota DPR dari Papua,” ujarnya pada Selasa, 13 Juli 2021, dilansir dari Kompas.

Anggota Komisi IX DPR itu mengatakan bahwa John wafat akibat terlambat mendapat perawatan di ruang ICU.

“Malam terakhir meninggal itu justru meninggalnya setelah dipindahkan ke RSPAD tetapi hanya 2 jam di ICU sudah meninggal karena terlambat, sangat terlambat sekali,” ujar Saleh.

Sebelumnya, PAN juga sudah sempat disoroti ketika Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Rosaline Irine Rumaseuw mengusulkan agar Pemerintah membuat rumah sakit khusus bagi para pejabat.

Namun, menurut Saleh, Rosaline Irine menyampaikan itu hanya karena sedang emosional, bukan benar-benar dari hati.

“Karena dia lihat sendiri, menyaksikan sendiri, betapa susahnya orang bertahan hidup tanpa ada bantuan alat kesehatan yang memadai di tengah serangan covid yang cukup dahsyat itu,” jelas Saleh.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here