Soal Penusukan Wiranto, Ustadz Adi Hidayat Beberkan Hukuman Setimpal untuk Pelaku, ‘Neraka Jahanam’

341

Tragedi penusukan Menkopolhukam Wiranto masih menjadi sorotan publik.

Bagaimana tidak, disebut penusukan Wiranto dikaitkan dengan pelaku yang terpapar radikal ISIS.

Menyoalkan dengan hal itu Ustadz Adi Hidayat menyoroti tragedi tersebut.

 

Dalam sebuah kajian Ustadz Adi Hidayat menyampaikan pesan betapa dipertanyakan iman pelaku penusakan Wiranto.

Menurut Ustadz Adi Hidayat orang yang beriman, dan imannya itu benar maka hendaknya akan saling melindungi.

“Menjaga darahnya”

“Jadi tidak ada orang yang beriman saling melukai,”

“Apalagi mohon maaf saling menumpahkan darah, ujar Ustadz Adi Hidayat dikutip dari tayangan youtube Audio Dakwah.

Ustadz kondang itu langsung menimpali pernyataan, bawha pelaku tersebut patut dipertanyakan imannya.

Ustadz Adi Hidayat membeberkan bahwa adanya ancaman dalam Al Quran atas tindakan tersebut.

“Orang yang sengaja merencanakan pembunuhan kepada orang beriman maka ancamannya neraka jahannam.”

Sebagaimana hal itu terkandung dalam surat Annisa ayat 92-93.

Surat Annisa ayat 92

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَأً ۚ وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ إِلَّا أَنْ يَصَّدَّقُوا ۚ فَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ ۖ وَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja),

dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah.

Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman.

Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Surat Annisa ayat 93

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.

Demikian dikatakan Ustadz Adi Hidayat, barangsiapa yang merencakan pembunuhan kepada seseorang yang beriman, maka balasan yang setimpal untuknya adalah neraka jahannam.

“Apapun itu caranya” ujar Ustadz.

Ustadz Adi Hidayat mewanti-wanti bagi siapapun khususnya muslim hendak berhati-hati.

Ia menjelaskan, bagaimana pun orang yang ditusuk memiliki iman.

Semaksiat apapun tapi di dalam hatinya ada iman, ada turunan-turunan, katanya.

Orang sengaja merencanakan membunuh orang tanpa tuntutan yang benar.

Tanpa kaidah-kaidah yang diperkenankan maka Allah SWT menjanjikan neraka jahanam untuk orang tersebut.

“balasan yang setimpal adalah neraka jahannam.

Demikian kata Ustadz pertanyaannya sekarang di mana ada orang beriman merencanakan masuk ke neraka jahannam?

Apakah ada seorang muslim memiliki rencana ingin masuk neraka jahannam?

 

“Apapun profesinya. Anda mau pejabat, polisi, tentara ataupun rakyat tetap hati-hati.”

“jangan sepelekan nyawa,” tegasnya.

Selanjutnya Adi Hidayat mengatakan sesungguhnya orang yang membunuh seseorang maka pelaku juga wafat.

“Saat mengeksekusi yang ditembak wafat maka yang menembak juga wafat.”

“penjahat yang membunuh akan dibunuh juga.”

“jangan menyepelekan nyawa karena anda juga akan wafat.”

Menurut Ustadz, ada perbedaan perilaku, antara pembunuh dan yang dibunuh.

Ketika korban yang dibunuh dalam keadaan beriman, maka yang membunuh ketika ia wafat dalam keadaan maksiat.

“Ketika yang dibunuh itu wafat yang besok lusa anda wafat juga, Anda bisa ditertawakan oleh yang anda bunuh,” ucapnya.

Ustadz Adi Hidayat tak menampikan dengan situasi jaman saat ini.

Demikian menurutnya nyawa kini dihargai murah.

“saat beda pendapat tembak orang, benturkan orang.”

Lalu ia mengingatkan kembali hukuman terhadap orang-orang yang melakukan pembunuhan.

“ingat neraka jahannam.”

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan dalam ayat diatas Allah benar-benar menjanji hukum tersebut.

“Janji Allah pasti benar.”

Namun janji manusia tidak demikian, sebagaimana yang dikutip dari syair lagu.

“Kau yang memulai kau yang menginkari.”

“Kau yang berjanji kau yang mengingkari.”

Demikian begitulah menurut Ustadz Adi, manusia bisa janji dan begitupun bisa ingkar.

.tribunnews

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here