Soal Penghargaan Diskotek, Ruhut: Sama Saja ke Tempat Pelacur, Jangan Sok Munafik Jualan Agama

688

JAKARTA – Ruhut sitompul turut menanggapi keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penghargaan kepada diskotek Colloseum.

Menurut Ruhut, alasan Pemprov DKI Jakarta memberikan penghargaan kepada diskotek tidak logis.

Pemprov DKI berlasan bahwa tidak ada larangan untuk memberikan apresiasi kepada tempat hiburan malam.

Menurut Ruhut, alasan itu sama saja datang ke tempat pelacuran yang dilokalisir.

“Pemprov DKI membela Gubernurnya Anies memberi Penghargaan ke Diskotik tdk dilarang, sama saja dgn datang ketempat Pelacur yg dilokalisir tdk dilarang,” kata Ruhut di akun Twitternya, Senin (16/12).

Dikatakan Ruhut, satang ke diskotek atau tempat pelacuran memang tidak dilarang. Tapi itu terkait dengan sopan santun.

“Jadi ini masalah Sopan Santun saja, karena itu jangan sok munafik jualan Agama selama ini apa pantas? MERDEKA,” tandas Ruhut.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta memberikan penghargaan kepada diskotek Colloseum Jakarta dalam Anugerah Adikarya Wisata 2019 sebagai nominasi Hiburan dan Rekreasi.

Plt Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Alberto Ali, menjelaskan Diskotek Colloseum yang merupakan tempat hiburan malam Hotel 1001 itu adalah salah satu pemenang dari 31 kategori bidang usaha pariwisata di Jakarta.

“Penghargaan Adikarya Wisata itu ada 31 kategori bukan cuma itu, salah satunya diskotik, dari 31 (kategori) diskotik itu yang menang Colosseum,” kata Roberto di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Dia menjelaskan, usaha hiburan malam diskotik termasuk bagian pariwisata yang diatur oleh undang-undang sehingga keberadaannya legal.

“Diskotik kan gak dilarang. (Pengawasan) Kalau dalam peraturan perundangan kita Pergub 18 tahun 2018, kalau tiga hal yang dilanggar narkotika, perjudian sama prostitusi itu kita rekomendasikan untuk dicopot izin,” ujar Alberto.

Sementara saat disinggung terkait rekomendasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menutup tiga diskotek salah satunya Colloseum, Alberto enggan menjawab. “Tanya sana dulu (BNN),” tandasnya.

(one/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...