Soal Kasus Harun Masiku, Rocky Gerung: Untuk Tutupi Kasus Petinggi PDIP Bicara ‘Ngalor Ngidul’

524

Pengamat Politik Rocky Gerung menduga, di balik kasus Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan politisi PDIP Harun Masiku, ada sebuah masalah yang lebih besar lagi.

“Saya anggap bahwa di belakang penghalangan kasus KPK ini ada skenario lebih besar,” kata Rocky Gerung seperti dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Realita TV pada Rabu (15/1/2020).

Dengan tertangkapnya Wahyu Setiawan, Rocky Gerung yakin ada sesuatu masalah besar dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2020.

“Yaitu menutupi apa namanya ruang gelap Pemilu kemarin yang pasti banyak hal sejenis mungkin baru 20 tahun ke depan,” katanya.

Rocky Gerung membantah bahwa apa yang diungkapkanya itu hanya dari asumsi.

“Jadi kalau kita lihat keadaan sekarang boleh dianggap sebagai. Saya bikin persepsi, saya bikin analisis berdasarkan kecurigaan yang terukur dari aktivitas politik sampai hari ini,” ujar Rocky Gerung.

Ia merasa aneh dengan para petinggi PDIP yang sudah memberikan banyak pernyataan terkait kasus yang hanya melibatkan satu kadernya itu, Harun Masiku.

“Bagaimana mungkin upaya untuk menutupi kasus semacam ini segala petinggi PDIP mesti bicara ngalor ngidul.”

“Seperti ada kecemasan kan di situ,” ujar Rocky Gerung.

Lantas, Rocky Gerung sekali lagi mengetakan pasti akan hal lebih besar yang menghebohkan publik.

Ia berharap agar KPK lebih terbuka membuka masalah-masalah yang terjadi.

“Ya itu yang saya maksud, ini anggap saja ini tontonan kecil bakal ada tontonan besar yang mungkin bakal terbuka setelah keberanian politik dari beberapa teman KPK bisa berbicara lebih terbuka,” ucap Rocky Gerung.

Ceritakan Perdebatan dengan Wahyu Setiawan

Rocky Gerung mengaku dirinya pernah berdebat dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan yang kini tertangkap KPK.

Wahyu Setiawan tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK lantaran menerima suap dari Politikus PDIP, Harun Masiku.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Realita TV pada Rabu (15/1/2020), Rocky Gerung mengatakan dirinya pernah berdebat dengan Wahyu Setiawan di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tv One.

Rocky Gerung mengatakan, ia sempat berdebat dengan Wahyu terkait pengaturan debat Calon Presiden.

“Pernah itu, ya waktu itu soal upaya KPU untuk mengatur debat presiden,” ungkap Rocky Gerung.

Kala itu, Wahyu mengatakan harus ada kisi-kisi debat untuk menghindari ada capres yang dipermalukan.

“Dia bilang supaya enggak ada yang dipermalukan itu maka harus ada yang dibocorkan segala macem, kisi-kisi waktu itu,” kata Rocky Gerung.

Lalu, pengamat politik asal Manado ini bertanya pada Wahyu.

“Lalu saya tunjuk empat kandidat itu mana yang potensial untuk dipermalukan atau mempermalukan diri,” kata Rocky Gerung.

“Saudara Wahyu bilang ‘enggak semua itu tokoh bangsa’ ‘Loh kenapa Anda bilang berpotensial ada yang dipermalukan,” imbuhnya.

Dengan kejadian tertangkapnya Wahyu, Rocky Gerung mengatakan kini bahwa komisioner KPU itu yang justru mempermalukan diri sendiri karena terlibat kasus suap.

“Lalu saya kira baru saya ngerti bahwa Wahyu sendiri yang mempemalukan dirinya sebetulnya,” katanya.

Meski demikian, Rocky Gerung mengatakan dirinya memang sudah menduga bahwa tidak semua di dalam KPU itu baik.

Ia mengakui selama ini selalu berpikiran negatif menanggapi politik.

“Iya dari awal saya menduga begituan, saya selalu datang dengan dugaan buruk.”

“Karena di dalam politik lebih baik menduga buruk daripada berharap yang bersih,” ujar Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung dugaan-dugaan buruk itu sudah terbukti.

“Dan terjadi kejadiannya terjadi berturut-turut,” ucap pria 60 tahun ini.

Lihat videonya sejak menit awal:

 

 

Masinton Pasaribu Nilai Tim Lapangan KPK Gerak Semaunya

Sebelumnya, Masinton juga menilai bahwa yang dilakukan tim lapangan KPK tidak benar.

Menurutnya, tim lapangan tidak menjalankan undang-undang yang berlaku lantaran menggeledah Kantor DPP PDIP.

“Tapi sisi prosedur dalam pelaksanaan tugas di lapangan, ya harus sesuai hukum acara dan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Masinton dalam tayangan YouTube Talk Show tvOne, Minggu (12/1/2020).

Ia membantah bahwa PDIP menghalang-halangi penggeledahan kantor tersebut.

Masinton menegaskan bahwa apa yang dilakukan KPK tidak benar.

“Nah kalau kita lihat konstruksi dari kronologis perkarannya kita lihat kita mesti luruskan ini, bahwa tadi dikatakan kita dianggap kooperatif, dianggap menghalang-halangi.”

“Ini yang dilakukan ini bukan lagi motif penegakan hukum, ini yang harus ditertibkan dalam KPK,” jelasnya.

Lantas, Masinton menyinggung bahwa tim lapangan KPK inilah yang harus direvisi.

“Ini tim lapangan yang bergerak selama ini, selama undang-undang KPK sebelum direvisi inilah tim yang bergerak semaunya ,” kata dia.

Bivitri Susanti (kanan) dan Masinton Pasaribu (kiri) dalam kanal YouTube Talk Show tvOne, Minggu (12/1/2020).
Bivitri Susanti (kanan) dan Masinton Pasaribu (kiri) dalam kanal YouTube Talk Show tvOne, Minggu (12/1/2020). (YouTube Talk Show tvOne)

Masinton menilai, penggeladahan Kantor DPP PDIP tidak ada kaitannya dengan penegakan hukum kasus suap Wahyu Setiawan.

“Ini kan membangun frame politik pada PDI Perjuangan, ini enggak ada kaitan dengan perkara.”

“Tim ini, saya bisa katakan bahwa tim ini memang tim yang berkerja di luar konteks hukum ini,” katanya.

Menurutnya, ada kepentingan politik di balik penggeledahan Kantor DPP PDIP.

“Datang ke PDIP itu di luar konteks hukum, membangun framing bahwa seakan akan ini langkah politik yang dilakukan oleh tim ini, tim lapangan ini, saya katakan itu,” pungkasnya.

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...