Soal Isu Ma’ruf Amin Digantikan Ahok, Ferdinand: Menurutku Ini Seram

421
Ferdinand Hutahaean

 Isu penggantian Cawapres Nomor Urut 01, Ma’ruf Amin, oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dinilai sangat menyeramkan jika memang benar terjadi.

Hal tersebut disampaikan oleh Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, di akun twitter resminya @FerdinandHaean.

Lewat twitter-nya itu, Ferdinand menanggapi salah satu berita media daring (online) yang mana isinya soal pernyataan Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman tentang asumsi dalam permainan politik yang bisa saja terjadi, terutama soal Ma’ruf Amin digantikan BTP.

Ferdinand pun bertanya-tanya apakah pendukung Ma’ruf Amin tidak marah jika hal itu terjadi. Selain itu, dia juga berharap pergantian tersebut tidak terjadi.

“Serem bangat yah? Menurutku ini serem kalau terjadi. Mengapa Maaruf Amin diganti? Lantas seorang ulama akan diganti Ahok? Apa pendukung pak Maaruf tidak marah nanti saya berdoa semoga ini tidak terjadi, dan semoga ini membuka pikiran kita semua,” tulis Ferdinand di twitter-nya, Senin (11/2/2019).

Diketahui, isu BTP akan menggantikan posisi Ma’ruf Amin kini muncul lagi ke permukaan.

Rumor tesebut kembali mencuat usai BTP memutuskan untuk bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yakni partai yang menaungi calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan sejumlah pihak Nahdlatul Ulama (NU) juga sudah memprediksi akan adanya pergantian itu, yang mana didasari oleh kejanggalan soal penunjukan Ma’ruf Amin sebagai wakil, dimana saat penunjukan tidak melalui musyawarah dengan NU.

“Mengapa harus memilih beliau yang, secara usia lebih pas menjaga MUI, menjadi Rais Aam PBNU. Operasi politik macam apa ini? Jangan-jangan beliau hanya menjadi ganjal politik? Ini sudah dipikirkan para kiai,” tutur cucu pendiri NU, Wahab Chasbullah, yang dikutip AKURAT.CO dari Rmol.co.[] akurat

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.