Soal Divestasi Freeport, Fahri: Harus Transparan, Belajar dari Kasus Newmont, Stop Bohongi Rakyat

261
Fahri Hamzah

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah turut menanggapi pembelian saham 51 persen dari PT Freeport Indonesia oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut tampak dari laman Instagram @fahrihamzah yang diunggah pada Jumat (13/7/2018).

Fahri Hamzah meminta agar pemerintah transparan mengenai divestasi saham PT Freeport Indonesia ini.

Ia pun menyarankan agar pemerintah belajar dari kasus Newmont, di mana saham pemerintah habis diambil alih swasta.

@fahrihamzah: Soal Pengambilalihan Saham Freeport Indonesia, Pemerintah Harus Transparan.

“Belajar lah dari kasus Newmont Nusa Tenggara, saham pemerintah akhirnya ludes diambil alih oleh swasta.

Yang saya dengar, sekarang dibiayai oleh perusahaan dari China.

Harus transparan dari awal, uang siapa yang dipakai untuk akuisisi.

Jangan-jangan pemerintah melalui Inalum itu pinjam saham kepada pihak-pihak yang akan diakuisi juga.

Jadi pada dasarnya, akuisisi itu tidak terjadi, cuma meminjam nama pemerintah tapi pinjam uang dari pemilik lama.

Ini kan sama saja membohongi rakyat.

Karena itu daripada dituduh berbohong, pemerintah baiknya transparan dan terbuka saja.

Bagaimana prosesnya, siapa yang terlibat dan bagaimana struktur pinjam meminjam diantara pihak yang bertransaksi, harus dibuka kepada publik.

Stop bohongi rakyat.” #fh #faham #fahrihamzah #indonesia

Diberitakan sebelumnya, Freeport McMoran akhirnya sepakat dengan Pemerintah Indonesia terkait divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 51 persen.

Dengan demikian, Indonesia bakal menjadi pemilik saham mayoritas sebesar 51 persen di PT FI.

Presiden Direktur Freeport McMoran, Richard Adkerson, menyebut, dengan kepemilikan saham mayoritas tersebut, Pemerintah Indonesia bisa mendapatkan penerimaan hinga puluhan miliar dollar AS.

“Dengan kepastian investasi dan operasi hingga tahun 2041, kami memperkirakan manfaat langsung kepada pemerintah pusat dan daerah, serta dividen kepada Inalum dapat melebihi 60 miliar dollar AS,” kata Richard Adkerson usai penandatanganan kesepakatan divestasi di Kementerian Keuangan, Kamis (12/7/2018), dikutip Kompas.

Proses divestasi 51 persen saham PTFI dilaksanakan oleh PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum (Persero) selaku induk holding BUMN bidang pertambangan.

Setelah tercapai kesepakatan divestasi, Inalum harus menggelontorkan dana 3,85 miliar dollar AS untuk mengambil alih 51 persen saham Freeport.

Nominal 3,85 miliar dollar AS itu digunakan untuk membeli 40 persen hak partisipasi atau Participating Interest (PI) Rio Tinto di PTFI serta 100 persen saham Freeport McMoran di PT Indocopper Investama dengan porsi 9,36 persen saham di PTFI.

40 persen hak partisipasi Rio Tinto yang dibeli Inalum akan dikonversi jadi saham sehingga total yang dimiliki Indonesia nanti sebesar 51,38 persen.

Dikutip dari Tribunnews, pembayaran saham tersebut akan dibantu dengan pinjaman dari 11 bank.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dana untuk pengambilan divestasi saham 51% merupakan pinjaman sindikasi 11 bank baik nasional maupun asing.

Dari dana 3,8 miliar dolar AS itu sebanyak 3,5 miliar dolar AS akan digunakan untuk membeli saham Rio Tinto di PTFI.

Sisanya sebanyak 350 juta dolar AS untuk membeli saham Indocopper di PTFI.

“Udah ada 11 bank yang siap membantu mendanai transaksi,” kata Budi Gunadi usai konferensi pers soal divestasi saham PTFI di Kementerian Keuangan, Kamis (12/7/2018). (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

tribunnews

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.