Soal Baliho Puan Maharani Dicoreti ‘Open BO’, Polisi: Penghinaan Pejabat Tinggi Negara

262
Baliho Puan Maharani Dicoreti ‘Open BO’

Soal baliho Puan Maharani dDicoreti ‘Open BO’, Polisi: penghinaan pejabat tinggi negara. Aksi vandalisme satire kembali terjadi di Indonesia. Kali ini, sebuah baliho bergambar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani di Kabupaten Blitar, Jawa Timur menjadi sasaran vandalisme yang tak terpuji.

Baliho yang terletak di depan Kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI-P) Kabupaten Blitar itu dicoreti tulisan ‘Open BO’ oleh orang tak dikenal.

Menyusul hal itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Blitar AKBP Leonard M Sinambela menjelaskan, polisi sedang menyelidiki kasus tersebut.

Kendati demikian, Leo enggan menerangkan sejauh mana berjalannya proses penyelidikan. Namun, ia memperkirakan, perbuatan vandalisme itu dilakukan pada Kamis 22 Juli 2021 dini hari. Leo mengatakan, pelaku vandalisme itu bakal dijerat pasal berlapis.

Selain itu, polisi memandang kasus tersebut sebagai tindak penghinaan pejabat tinggi negara sebagaimana diatur dalam Pasal 207 Kitab Undang-Undnag Hukum Pidana (KUHP).

 

“Kami gunakan Pasal 170 KUHP, juncto pasal 406 KUHP, subsider Pasal 207 KUHP dan Pasal 310 KUHP,” terangnya kepada wartawan, Sabtu 24 Juli 2021 sore.

Seperti dilansir dari kompas.com, Minggu 25 Juli 2021, Leo mengungkapkan, kasus vandalisme yang menyasar baliho Puan Maharani itu dilaporkan anggota DPC PDI-P Kabupaten Blitar.

“Iya benar, ada laporan itu ke kami (polisi). Yang sesuai laporan (LP) pelapor adalah pejabat DPC PDIP Kabupaten Blitar, kemarin (23 Juli 2021),” imbuhnya.

Materi yang dilaporkan adalah adanya tulisan ‘Open BO’ di dekat foto Puan Maharani yang terpampang di baliho.

Sementara itu, dihubungi terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur Wahono memberikan tanggapan soal vandalisme di baliho Puan Maharani.

Pria asal Blitar ini menduga, aksi vandalisme tersebut bermuatan politis dan berniat mengadu domba antarkader partai berlambang banteng.

“Nampaknya ada pihak-pihak eksternal di luar intern PDI-P yang berusaha membuat persoalan di intern kader PDI-P,” katanya, Sabtu 24 Juli 2021.

Apalagi, sebut Guntur, ada perbedaan pendapat di antara kader PDIP Jawa Timur soal wacana mengusung Puan Maharani sebagai kandidat calon presiden pada Pilpres 2024.

Hingga berita ditulis dan diturunkan, sejumlah pengurus DPC PDIP Kabupaten Blitar belum memberikan respons ketika wartawan hendak meminta konfirmasi dan keterangan.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here