SMRC Sebut Prabowo Kalah, BPN: Mereka Dulu Sebut Ahok Menang, Tapi Meleset Semua!

450

Saiful Mujani Research And Consulting (SMRC) merilis elektabilitas Capres Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tertinggal jauh dari Capres Cawapres Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin. Namun, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Kita melihat setiap hari bagaimana acara Prabowo-Sandi sangat ramai, penuh, sesak, berbeda dengan acara Jokowi-Ma’ruf yang hanya sepi-sepi saja. Dan ini agak aneh dan menjadi aneh jika surveinya lebih tinggi,”ujar Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, hari ini di Jakarta.

Menurutnya, saat ini yang terjadi pada sejumlah survei tak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Terlebih BPN Prabowo-Sandi telah memiliki survei internal sendiri yang lebih akurat.

“Nah di situlah kami tidak bisa mempercayai hasil survei sekarang terlebih apabila lembaga surveinya tidak merilis siapa yang membiayai survei tersebut dan tidak membuka row datanya karena ini sangat penting sekali,” sambungnya.

Ia menilai, bahwa hasil dari lembaga survei saat ini hanyalah bunga-bunga demokrasi dan dia anggap sebagai sebuah opini semata. Ferdinand tidak masalah sekalipun ada lembaga survei yang menyebut Jokowi-Ma’ruf menang 100 persen.
“Jadi tidak masalah, biarkan saja, mau Jokowi dikasih 100% tidak masalah, kami kerja terus, kami juga punya hasil survei sendiri dan kami meyakini saat ini posisi elektabilitas antara Prabowo dengan Jokowi amatlah dekat menempel dan belum bisa ditentukan siapa yang akan menang pilpres ini,” tutupnya.

Sementara itu di lokasi terpisah, Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade, mengaku tidak ambil pusing atas hasil survei yang dirilis SMRC. Dimana dalam survei terkini SMRC, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapat 54,9 persen suara, sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 32,1 persen.

“Gak ada masalah.. silahkan saja survei.. tidak ada masalah buat kami,” ujarnya hari ini.

Andre mengungkapkan, bahwa pada Pilkada DKI 2017, berbagai lembaga survei mengunggulkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat itu berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat. Namun, sejumlah hasil survei meleset. Pilkada DKI justru dimenangi pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. “Survei-survei mereka itu yang menyatakan Ahok menang dulu. SMRC, Indikator. LSI Denny JA, Charta Politika sama. Mereka meleset semua. Jadi santai saja,” ungkapnya.

Adapun saat ini menurutnya, lembaga-lembaga survei tersebut merupakan bagian dari strategi pembagunan narasi positif bagi Jokowi. ”Yang jelas kami yakini dan pahami survei internal kita. Ini kan strategi pembangunan narasi seakan-akan Pak Jokowi menang. Kita fokus saja,” tutupnya. (Fel) indonesiakita

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...