Slamet Maarif Jadi Tersangka, Hidayat Nur Wahid: Menambah Bukti Hukum Tajam ke Bukan Kawan

524
Juru bicara FPI Slamet Ma'arif (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid memberikan tanggapannya soal penetapan tersangka Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif.

Hal tersebut disampaikan Hidayat Nur Wahid di akun Twitter miliknya, @hnurwahid, Minggu (10/2/2019) malam.

Hidayat Nur Wahid tampak mengunggah surat panggilan untuk Slamet Ma’arif.

Dalam surat tersebut, diketahui Slamet Ma’arif diminta untuk kembali ke Polresta Surakarta pada Rabu (13/2/2019) besok untuk dimintai keterangan sebagai tersangka.

Dalam kicauannya, Hidayat Nur Wahid menyinggung soal hukum yang menurutnya tajak ke lawan dan tumpul ke kawan.

Ia juga membandingkannya dengan laporan-laporan pelanggaran hukum lainnya yang telah lama diadukan oleh Aktivis Neno Warisman, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, dan lain sebagainya.

“Cepatnya proses penetapn ‘tersangka’ thd ust Slamet Maarif,makin menambah bukti hukum yg tajam ke bukan kawan,tapi tumpul ke kawan.

Bandingkn dg laporan2 planggaran hukum yg dah lama diadukn olh Neno W,Fadhli Z dll,tak kunjung ada progresnya. Pdhl hukum harusnya ditegakkn dg adil,” tulis Hidayat Nur Wahid.

Sementara itu, diberitakan BBC Indonesia, Polresta Surakarta telah menetapkan Slamet Ma’arif sebagai tersangka.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh pengacara Slamet, Mahendradatta.

“Benar, sesuai surat panggilannya,” ujar Mahendradatta, Senin (11/2) dini hari WIB.

Selain itu, penetapan tersangka Slamet Ma’arif juga dibenarkan oleh Wakil Kapolres Surakarta, AKBP Andy Rifai.

“Berdasarkan gelar perkara untuk melihat dari semua alat bukti, keterangan saksi, termasuk juga hasil pemeriksaan dari yang bersangkutan, penyidik menilai dan mengkaji melalui gelar perkara itu bahwa statusnya dinaikkan dari saksi menjadi tersangka,” ujarnya.

Andy menjelaskan, Slamet akan kembali menjalani pemeriksaan pada Rabu mendatang.

Ia akan diperiksa dengan status sebagai tersangka.

Terkait apakan Slamet akan langsung ditahan atau tidak, Andy menyerahkan semua proses pada pihak penyidik.

“Setelah itu ditahan apa tidak, nanti melihat dulu dari Undang-Undang Pemilu kan maksimal dua tahun jadi kalau maksimal dua tahun tidak perlu penahanan,” ujarnya.

Slamet ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana pemilu, yaitu Pasal 280 ayat (1) huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j tentang kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Dugaan tindak pidana pemilu itu disebut dilakukan Slamet dalam acara Tabligh Akbar PA 212 Solo Raya, di Jl Slamet Riyadi, depan kantor BCA KCU Solo-Slamet Riyadi, Gladak, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, pada Minggu 13 Januari 2019 pukul 06.30-10.30 WIB.

(TribunWow.com)

.tribunnews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.