Skenario Megawati, Budi Gunawan Gantikan Peran Luhut

663
Budi Gunawan

AKARTA – Para elit di lingkaran Joko Widodo kini beradu pengaruh jelang penentuan kabinet Jokowi-Maruf. Bahkan dianggap wajar jika kini Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan disebut-sebut bakal mengambil alih peran sentral Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

Pengamat sekaligus Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan, persaingan diantara “orang-orang kuat” di lingkaran Jokowi adalah hal wajar menjelang pembentukan kabinet Jokowi-Maruf jilid II.

Menurutnya, tiap elit pasti berebut untuk mendapat pengaruh Presiden jelang penentuan jajaran menteri kabinet.

Orang-orang kuat yang dimaksud Refly adalah Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputeri, Ketum Nasdem Surya Paloh, Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Ketum PKPI Hendropriyono, dan Kepala BIN Budi Gunawan.

“Jadi, ada beberapa orang-orang kuat di lingkaran Jokowi yang ketokohannya itu bisa melebihi pembantu-pembantu (menteri) Jokowi lainnya. Nah, bukan tidak mungkin diantara enam orang ini terjadi persaingan,” ujar Refly kepada wartawan seusai diskusi publik di Gado-Gado Boplo, Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2019).

Adapun, terkait Budi Gunawan yang disebut-sebut telah menggantikan peran Luhut B. Panjaitan itu, disinyalir muncul karena diduga karena memang sudah skenario Megawati. Sebab, pada periode pertama Jokowi PDIP agaknya kurang suka dengan figur Luhut.

“Megawati itu satu paket dengan BG (Budi Gunawan). Saya kira kedekatan BG dengan PDIP itu sesuatu yang sudah menjadi rahasia umum. Lalu, makin kuat peran BG karena endorsment dari PDIP juga,” kata Refly.

“Ya dalam politik biasalah intrik politik,” imbuhnya menambahkan.

(fat/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here