Skandal Garuda, Kebijakan Rotasi dan Mutasi Karyawan Ditinjau Ulang

275
Pesawat Garuda

PT Garuda Indonesia Tbk dengan manajemen baru saat ini akan mengkaji ulang sistem rotasi dan mutasi karyawan yang diterapkan pada era Ari Askhara sebagai Direktur Utama. Hal ini merupakan keluhan sejumlah pramugari yang dimutasi ke wilayah tertentu dengan alasan yang tak jelas.

Pelaksana Harian Direktur Human Capital Garuda Indonesia, Aryaperwira Adileksana menuturkan, pihaknya akan melaksanakan tugas ke depan sebaik-baiknya sebelum RUPSLB yang akan digelar pada 22 Januari 2020 mendatang. Semua ketentuan yang selama ini berpotensi melanggar ketentuan akan ditinjau ulang.

“Sejumlah mutasi maupun rotasi karyawan kalau tidak memenuhi aturan kami tinjau ulang, ditinjau sesuai kebutuhan perusahaan ke depan,” kata Arya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019 dilansir dari VIVAnews.

Selain itu, dia mengatakan bahwa pihaknya kini juga mempersiapkan pembuatan talent pool untuk menunjang kompetensi atau keahlian dari karyawan.

“Ini dibutuhkan bagi 8.000 karyawan tetap di Garuda,” kata dia.

Persoalan rotasi dan mutasi ini diketahui menjadi salah satu keluhan utama sejumlah pramugari di Garuda Indonesia pada era Ari Askhara. Hal itu diungkapkan oleh Salah seorang pramugari Garuda Indonesia, Adel.

Di era Ari Askhara, Adel mengungkapkan, pernah mengalami kebijakan yang tidak jelas. Seperti pemindahan base dari Jakarta ke Makassar. Ketika dia meminta penjelasan kepada atasannya, tetapi masih tidak menerima alasan yang jelas.

Bahkan, menurutnya, jika menolak bisa diberikan surat peringatan. Hal ini ditegaskannya terjadi kepada seluruh awak kabin, khususnya banyak dipindahkan ke Makassar dan Denpasar.

“Sebelumnya, saya sebagai awak kabin yang memiliki homebase di Jakarta. Saat ini, saya dipindahkan dan dimutasikan ke Makassar tanpa menjalani prodesur atau peraturan yang diberikan dengan jelas kepada saya,” ujar dia viva

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...