Sindir Ngabalin, Rocky Gerung: Tidak Cukup Otaknya, tapi Mau Komentari Semua Masalah Berat

259
ocky Gerung dan Ali Mochtar Ngabalin/ Rocky Gerung Official dan Serbet Ngabalin

Pengamat politik, Rocky Gerung melontarkan sindiran kepada Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Moctar Ngabalin.

Menurut Rocky, Ngabalin tidak memiliki cukup otak, namun mau mengomentari semua masalah-masalah berat.

Pernyataannya itu diperoleh Terkini.id dari video yang tayang di YouTube Rocky Gerung Official pada Jumat, 6 Agustus 2021.

Awalnya, Rocky menanggapi cuitan netizen bahwa jika ingin melihat wajah Pemerintahan Jokowi, maka lihatlah wajah Ngabalin.

Rocky menilai bahwa publik menjadi sangat cerdas karena berupaya memahami apa yang sebenarnya terjadi di Istana Negara.

Ia menjelaskan bahwa publik atau netizen menggunakan pintu semiologi dalam membaca istana melalui tanda.

“Jadi, pintu itu kemudian jadi alasan untuk menerangkan isi lemari istana, isi dapur istana, isi kamar istana yang memang terlihat acak-acakan,” kata Rocky.

“Dan keacak-acakan itu terlihat di isi kepala si Mr. Sorban, kan. Karena dia bereaksi terus terhadap hal yang sebetulnya dia gak pahami,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Rocky Gerung menyinggung bahwa otak kekuasaan saat ini tak mampu mengantisipasi risiko.

Oleh sebab itu, lanjutnya, pemegang kekuasaan itu menjadi panik dan akhirnya bergerak serampangan.

Rocky lantas menganalogikan Istana dengan anjing bulldog yang katanya memiliki otak yang tak stabil.

“Bulldog ini, dia gak stabil karena dipaksa untuk berambisi padahal otaknya gak cukup,” ungkapnya.

Karena tidak stabil, kata Rocky, bulldog ini menjadi sering mondar-mandir, selalu gelisah, dan beringasan.

Bahkan, menurut Rocky, bulldog ini sering mencurigai ekornya sendiri yang ia rasa mengganggunya.

Rocky mengatakan bahwa hal inilah yang membuat ekor bulldog biasanya dipotong.

“Itu karena ekor itu menggangu otaknya. Padahal itu satu badan, kan. Nah, istana kira-kira begitu,” jelasnya.

Ia pun menilai bahwa netizen mampu membaca soal hal ini terkait istana, bahwa ada otak yang tak cukup, di dalam kepala yang kecil, tapi dengan ambisi besar hingga terjadi kekacauan koordinasi.

“Itu yang mungkin orang anggap Ngabalin itulah contohnya tu, tidak cukup otaknya, tapi mau komentari semua masalah,” kata Rocky Gerung.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here