Simpatisan Gus Dur Tentukan Sikap Terkait Pilpres Oktober

305
Yenny Wahid dan Prabowo Subianto.

Jakarta — Putri Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan para simpatisan ayahnya yang tergabung dalam Barisan Kader (Barikade) Gus Dur akan menentukan sikap politik dalam Pilpres 2019.

Yenny mengatakan sikap politik bukan hasil veto dari dirinya selaku putri Gus Dur, melainkan melalui ajang Silaturahmi Nasional.

“Saya kan enggak sendirian. Barisan pendukung Gus Dur kan banyak. Kami akan silaturahmi nasional mendengar semua masukan,” kata Yenny di kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

Yenny mengatakan saat ini barisan pendukung Gus Dur memiliki pilihan yang berbeda. Ada yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, ada pula yang mendukung Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Karenanya, perlu ada diskusi untuk menentukan sikap bersama.

“Nanti kita dengar aspirasi dan adu pendapat, keputusan akan dikeluarkan setelah pertemuan,” ucap Yenny.

Sejauh ini, kata Yenny, Barikade Gus Dur juga terus menjalin silaturahmi dengan dua pasang calon yang ada. Dia mengatakan Barikade Gus Dur bakal mendengarkan terlebih dahulu visi dan misi kedua pasang calon.

“Itu sama dengan komitmen kami agar demokrasi berjalan dengan baik,” tutur Yenny.

Berdasarkan siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Silaturahmi Nasional Barikade Gus Dur akan dilaksanakan pada 5-6 Oktober di Jakarta. Barikade Gus Dur akan mendeklarasikan sikap politik di momen penutupan.

Mengutip siaran pers, sejauh ini Barikade Gus Dur masih mengamati, menimbang serta konsultasi dengan para ulama dan kiai. Di samping itu, Barikade Gus Dur juga menunggu arahan dari keluarga inti Gus Dur yang diwakili oleh Yenny Wahid.

“Kami bertekad menyukseskan pileg dan pilpres sebagai ajang proses demokrasi yang jujur, adil, bermartabat, dan damai tanpa adanya penggunaan isu SARA,” mengutip isi siaran pers.

Prabowo Subianto kunjungin kediaman Gus Dur. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Hadiahi Prabowo Buku

Keluarga Gus Dur memberikan dua buah buku kepada bakal calon presiden Prabowo Subianto. Kedua buku itu antara lain biografi Gus Dur A View from Inside dan buku bertemakan Islam berjudul Menyoal Status Agama Pra-Islam.

Istri Gus Dur, Shinta Wahid dan Yenny Wahid mengaku memberikan buku karena menilai Prabowo suka membaca.

“Ada hadiah buku karena Pak Prabowo suka baca,” ucap Shinta usai dikunjungi Prabowo di kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

Shinta lalu mengatakan keluarganya dekat dengan ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo. Adik Prabowo yakni Hashim Djojohadikusumo, kata Shinta, adalah bukti bahwa kedua keluarga memang memiliki kedekatan sejak lama.

Dia mengatakan nama Hashim berasal dari nama ayah Gus Dur, Wahid Hasyim.

“Orang tua Pak Pranowo sangat mengagumi Wahid Hasyom shngga anaknya diberi nama Hashim. Jadi sangat dekat,” kata Shinta.

Mengenai Pilpres yang akan dihadapi Prabowo, Shinta hanya berpesan agar menjaga suasana demokrasi yang kondusif. Shinta mengatakan pilpres harus menjadi ajang kerukunan masyarakat dalam perbedaan pandangan politik. Bukan sebaliknya.

“Bukan tempat saling hujat atau menjelek-jelekkan atau untuk saling caci maki tapi rekatkan tali persaudaraan karena tujuannya Untuk bangun NKRI,” kata Shinta.

Prabowo mengucapkan terima kasih karena diberikan hadiah berupa buku. Prabowo mengaku senang karena menganggap memiliki kesamaan pandangan dengan Gus Dur, yakni bagaimana menerapkan Islam moderat yang damai dan sejuk.

“Terima kasih Bu, saya mohon pamit,” ujar Prabowo yang ditemani Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono, Anggota Dewan Pembina Fuad Bawazier dan Maher Algadri., CNN Indonesia

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here