Setop pidato Gatot Nurmantyo dan bubarkan acara KAMI, Polisi: Demi keselamatan rakyat

357
Gatot Nurmantyo

Polisi membeberkan sejumlah alasan bubarkan acara Koaliasi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya, Jatim dan setop pidato Gatot Nurmantyo. Dalam video yang beredar, polisi membubarkan acara KAMI saat Gatot Nurmantyo masih berpidato di sebuah ruangan pertemuan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko berdalih penghentian acara Silaturahmi Akbar KAMI di Gedung Jabal Nur, Jambangan Surabaya, dilakukan demi keselamatan masyarkat.

Polisi juga berdalih pembubaran acara KAMI dan setop pidato Gatot Nurmantyo sudah sesuai dengan aturan-aturan yang ada.

Deretan aturan yang bikin KAMI dibubarkan

Presidium KAMI Gatot Nurmantyo. Foto: Suara.
Presidium KAMI Gatot Nurmantyo. Foto: Suara.

Truno menyebutkan aturan yang menjadi landasan pembubaran acara KAMI yakni Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020.

Kemudian Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 53 Tahun 2020, serta Peraturan Walikota (Perwali) juga Peraturan Bupati (Perbub) di seluruh Jawa Timur, yang mana setiap kegiatan yang mengumpulkan banyak orang wajib dilakukan adanya penilaian berkaitan dengan ketentuan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Asesmen di sini adalah, untuk menilai layak dan tidaknya penyelenggaraan ini sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, dari mulai kapasitas tempat, jumlah orangnya, melakukan rapid, kemudian kesiapan protokol kesehatan, jadi tidak hanya menggunakan masker.” kata Truno, Senin 28 September 2020 dikutip dari laman Suarajatim, grup Suara.

Truno menjelaskan, terkait dengan kegiatan yang sifatnya lokal 14 hari sebelumnya. Untuk kegiatan yang sifatnya nasional 21 hari sebelumnya.

“Kita ketahui dari beberapa yang kita lihat surat-surat administrasi itu baru diberikan tanggal 26 September atau baru 2 hari lalu,” jelasnya.

Selain itu, Kombes Trunoyudo mengatakan, dengan mendasari Peraturan Pemerintah RI Nomor 20 Tahun 2017, tentang tata cara perizinan dan pengawasan kegiatan keramaian umum, kegiatan masyarakat lainnya dan pemberitahuan kegiatan politik.

Pada pasal sebagaimana dimaksud dalam peraturan pemerintah Republik Indonesia, penyelenggara wajib meminta izin keramaian.
Namun dalam hal ini kegiatan KAMI itu tidak memiliki izin sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 60 tahun 2017.

“Yang selanjutnya adalah, juga adanya kontra dengan kegiatan tersebut, maka dalam hal ini mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku, juga adanya peraturan terkain dengan pandemi Covid-19, kedua-duanya kita lakukan penghentian kegiatan. Mengingat keselamatan Rakyat atau masyarakat adalah hukum yang tertinggi,” katanya.

Respons Gatot Nurmantyo

Gatot ketika salah mengucapkan asma Allah di Kota Magelang. Foto: Antara
Gatot ketika salah mengucapkan asma Allah di Kota Magelang. Foto: Antara

Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Kota Surabaya mendapat sejumlah penolakan dari massa. Menanggapi hal itu, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menilai bahwa aksi penolakan KAMI Surabaya itu merupakan massa bayaran yang diinisiasi oleh sebuah pihak.

Oleh sebabnya, menurut Gatot, keberadaan KAMI di Surabaya adalah sebuah berkah bagi sejumlah pihak. Mengingat di masa-masa sulit seperti saat ini banyak yang membutuhkan uang untuk keluarganya.

“Jadi, keberadaan KAMI ini menjadi berkah. Kalau perlu besok demonya yang banyak lagi. Artinya, ada rezeki bagi rekan-rekan kita yang memerlukan uang untuk ikut demo. Mungkin ayahnya baru saja di-PHK, dan memerlukan uang untuk keluarganya,” kata Gatot kepada wartawan di Masjid As-salam Puri Mas Surabaya. Dikutip Beritajatim.com, jaringan Suara.com.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...