Setelah Khofifah, Giliran Dahlan Iskan Dicatut Masuk Timses Jokowi-Ma’ruf di Jawa Timur

1197

SURABAYA – Tim kampanye daerah (TKD) pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk Pilpres 2019 di Jawa Timur rampung terbentuk.

Sayanganya, hal itu dibarengi dengan adanya polemik. Sejumlah nama tenar tertera dan ikut dimasukkan ke dalam TKN pasangan petahana itu.

Salah satu nama yang tercantum masuk dalam tim sukses itu adalah Dahlan Iskan.

Namun nyatanya, sampai saat ini, mantan bos Jawa Pos Grup itu tidak mengetahui bahwa dirinya terdaftar sebagai dewan penasihat TKD Jawa Timur.

Demikian disampaikan mantan anak buahnya, Dhimam Abror Djuraid seperti dilansir RMOLJatim, (grup pojoksatu.id), Jumat (21/9/2018).

“Abah Dis (sapaan Dahlan Iskan) belum tahu masuk di tim Jokma (Jokowi-Ma’ruf),” terang Abror.

Abror menjelaskan, sampai sekarang Dahlan Iskan masih berada di Amerika Serikat (AS).

Sehingga, mantan Menteri BUMN itu tidak tahu-menahu soal tim kampanye Jokowi-Ma’ruf.

“Tidak tahu-menahu (soal pencatutan nama). Semua tidak benar. Pak Dahlan di Amerika. Namanya hanya dicatut,” tegas Abror.

Bahkan Abror mendesak siapa saja yang menyebut nama Dahlan Iskan masuk dalam tim kampanye Jokowi untuk membantahnya.

“Kalau ada yang sebut-sebut Pak Dahlan ikut tim sukses Jokowi, Anda bantah saja,” ujarnya.

Sebelumnya, nama Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa juga mengaku tidak tahu namanya dimasukkan di posisi yang sama dengan Dahlan Iskan.

Ia mengungkap, tak ada konfirmasi lebih dulu kepada dirinya terkait daftar nama yang masuk dalam TKD pasangan petahana itu.

“Tadi malam saya baru dapat info begitu (Dewan Penasihat TKD Jatim) dan ini tadi dengan Mas Emil, ibu sudah tahu nama kita masuk,” kata Khofifah, Jumat (21/9).

Mantan Mensos itu sendiri mengaku baru mengetahui namanya masuk ke dalam TKD dari media sosial.

“Aku juga baru tahunya dari sosmed, kemudian teman mengkonfirmasi. Kebetulan nama saya dimasukkan tanpa konfirmasi,” jelasnya.

Akan tetapi, Khofifah mengaku sebelumnya sudah bertemu Jokowi dan Kiai Ma’ruf perihal dukungannya.

Namun saat itu, Khofifah meminta agar namanya tidak dimasukkan dalam TKD Jatim.

“Saya sudah bertemu, setelah mendaftar ke KPU. Kepada tim saya menyampaikan tolong saya tidak usah dimasukkan (TKD Jatim),” bebernya.

Keputusan itu diambilnya dengan sejumlah pertimbangan tertentu.

“Supaya saya bisa lebih fleksibel membangun komunikasi dengan banyak komunitas,” ujar Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Berdasarkan SK No 016-A/KPTS/TKN-JKWMA/IX/2018 banyak tokoh penting di Jatim yang berbondong-bondong masuk TKD Jatim.

Antara lain Dahlan Iskan, Imam Utomo, Martono, Khofifah Indar Parawansa, Emil Dardak, KH Asep Afifudin, Soenarjo, dan lain lain.

Ada juga jajaran kepala daerah dan wakil tingkat II seperti Tri Risma Harini (Surabaya), Saiful Illah (Sidoarjo), Irsyad Yusuf (Pasuruan).

Ada juga Badrut Tamam (Pamekasan), Maryoto Birowo (Tulungagung), Azwar Anas (Banyuwangi), Rendra Kresna (Malang), Hj Faida (Jember).

Lalu Ipong Muchlisoni (Ponorogo), Sambari (Gresik), Kartika Hidayati (Wabup Lamongan) dan sebagainya.

Selain itu, hampir semua pengurus harian tingkat Provinsi dari Parpol PDI-P, PKB, Golkar, Hanura, Nasdem, PPP, PKPI, PSI dan Perindo.

(JPG/ruh/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here